Arsip bulan July 2008

Disiplin Hadir Meski Rumah Jauh

Saling kenal dan tahu karakter masing – masing anggota dalam satu kelompok, itulah salah satu syarat sistem tanggung renteng. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya kedekatan tempat tinggal. Tapi tidak demikian dengan kelompok 332. Berikut liputan Bulletin SBW pada pertemuan kelompok Juni lalu.

Sampai 1989 anggota kelompok 85 yang berada di Putro Agung telah mencapai 75 orang. Sejak itulah pecah kelompok diakukan hingga 4 kali. Dan salah satunya kemudian menjadi kelompok 332 dengan anggota awal 11 orang. Mereka berasal dari sekitar Karang Asem dan Pacar Kembang. Dengan demikian kelompok ini bolehlah dikatakan sebagai kelompok senior.

Tapi jangan kaget bila tidak banyak anggota dikelompok ini yang tahu dan ikut merasakan bagaimana Kopwan SBW semasa berkantor di Jl. Panglima Sudirman. Pasalnya dari 11 anggota awal, ternyata kini hanya tersisa 4 orang. Bahkan kini yang bertempat tinggal di Karang Asem dan Pacar Kembang hanya tersisa 5 orang dari 46 anggota. Justru kebanyakan mereka berasal dari Sidoarjo, Rewin, Tropodo, Benowo bahkan ada yang dari Gersik. baca selanjutnya… »

Add to Google © Copyright 2010 - 2008 Setia Bhakti Wanita

Kepentingan Bersama Diutamakan

Ketika kepentingan pribadi jadi dasar dalam pengambilan keputusan. Ketika aturan dan hasil kesepakatan diabaikan. Itulah awal perpecahan yang menuju pada kehancuran. Tidak percaya ??? kelompok 499 punya bukti tentang hal tersebut.

Suasana keakraban dan kekeluargaan saat itu sangat terasa pada pertemuan kelompok 499. Seakan, sebagai keluarga, mereka sudah lama tidak bertemu. Sehingga pertemuan kelompok menjadi ajang lepas kangen.

Setiap anggota yang baru datang selalu disambut dengan rasa riang dan canda tawa. Mereka saling bersalaman bahkan peluk dan cium sebagaimana ikatan sebuah keluarga. Tak ketinggalan mereka juga saling kabar – kabari tentang kondisi masing-masing. Sehingga suasana nampak riuh penuh cerita dan tawa.

Suasana tersebut tentunya berbeda dengan 2 tahun lalu. Bahkan boleh dikata bertolak belakang. Bagaimana tidak, saat itu pertemuan kelompok justru sering dijadikan ajang adu urat leher. Hak yang semestinya bisa didapat setiap anggota, ternyata hak tersebut hanya bisa dinikmati anggota-anggota tertentu. Sehingga ada anggota yang merasa dianak tirikan. Sakit hati… tentu saja terjadi, karena merasa diperlakukan tidak adil. Akhirnya terjadilah dua kubu yang saling bertentangan dan puncaknya mereka menuntut perpisahan. baca selanjutnya… »

Add to Google © Copyright 2010 - 2008 Setia Bhakti Wanita

Pacu Adrenalin, Pererat Pesaudaraan

Berteriak sepuasnya memang bisa melepaskan kekesalan dan depresi. Tapi hal itu tidak memungkinkan untuk dilakukan di Surabaya yang padat pemukiman. Kalaupun dilakukan, bisa-bisa bertambah stres karena dicaci maki tetangga. Bahkan bisa jadi kena timpuk sandal tetangga. Berbeda bila dilakukan di alam bebas. Seperti yang dilakukan PPL pada Juli lalu.
Suntuk, kesal dan entah perasaan tak enak apalagi yang dirasa PPL ketika mendapatkan kelompok binaanya bermasalah. Perasaan itu semakin menjadi-jadi ketika menjelang dilaksanakan pertemuan PPL ataupun pertemuan insidentil. Karena disaat itulah semua permasalahan diungkap. Bahkan kalau salah dalam penanganan bisa sanksi yang didapat. Itulah sebabnya PPL menyambut gembira ketika diberi kesempatan untuk ikut outbond. Apalagi outbond kali ini ditambah dengan rafting (arung jeram).

Tapi ketika, dipaparkan bagaimana medan arung jeram yang akan dihadapi, beberapa PPL menjadi surut semangatnya. Apalagi mereka yang tak bisa berenang ataupun secara fisik tidak memungkinkan ikut. Tapi sebagian besar justru ingin mencoba tantangan tersebut. Maka berangkatlah PPL bersama Pengurus dan Pengawas ke Desa Condong Kecamatan Piris – Probolinggo pada 18 Juli. baca selanjutnya… »

Add to Google © Copyright 2010 - 2008 Setia Bhakti Wanita

Beban Lebih Ringan Bila PJ Sebagai Koordinator

3Kelompok ini tergolong tua. Setidaknya saat ini telah berusia 24 tahun. Tapi selama itu pula kelompok ini belum pernah ada anggotanya yang melalaikan kewajiban. Dan saat ini anggotanya telah mencapai 52 orang. Itulah kelompok 186 yang bermarkas di Jl Kutisari Utara II.

Rumah yang berada di Jl. Kutisari Utara II/ 8 itu nampak ramai setiap tanggal 5 pukul 16.30. Setidaknya dirumah tersebut ada 37 perempuan berkumpul memenuhi beranda dan ruang tamu. Sebagian diantara mereka nampak berseragam berwarna crem. Sementara didekat pintu masuk telah dijajar meja yang diatasnya terdapat berbagai buku administrasi kelompok. Setiap anggota yang baru datang langsung menghampiri meja dan mengisi daftar hadir. Begitulah sekilas suasana pertemuan kelompok 186 pada September lalu.

Sebelum acara pertemuan dimulai, anggota nampak ramai. Ada yang sibuk ngobrol dengan teman didekatnya. Tapi ada pula beberapa anggota yang sibuk melihat barang dagangan yang dibawa oleh salah satu anggota. Sementara di belakang meja Ibu Rini, PJ I dan Ibu PJ II kelompok 186 sibuk menata administrasi. Anehnya, disaat itu tidak nampak kegiatan pembayaran kewajiban. Bahkan diatas meja tidak terlihat selembarpun uang. baca selanjutnya… »

Add to Google © Copyright 2010 - 2008 Setia Bhakti Wanita
[E] E-kopwansbw