Arsip bulan October 2009

Pembekalan Kader PPL Sebelum Terjun

pelatihan ppl setia bhakti wanita

pelatihan ppl setia bhakti wanita

Menjadi PPL ternyata memang tidak mudah. Banyak tahapan yang harus dilalui mulai dari perekrutan hingga pengangkatan. Tahapan-tahapan tersebut dilalui dalam waktu 6 bulan lebih. Proses yang cukup lama ini tentunya terkait dengan tugas yang akan diemban oleh PPL sebagai pendamping atau pembina kelompok. Sehingga sebelum dilepas untuk melakukan pendampingan atau pembinaan, mereka harus diberi bekal yang cukup.
Sebagai pendamping, tentu saja seorang PPL dituntut untuk mengerti dan faham tentang Kopwan SBW dan sistem tanggung renteng. Karena pengertian dan pemahaman itulah yang akan menjadi bekal utama bagi seorang PPL. Bisa dibayangkan, bagaimana seorang PPL bisa memfasilitasi kelompok dalam menyelesaikan masalah bila ia tidak faham sistem. Kalaupun advokasi dilakukan, tentu tidak berdasarkan pada sistem. Sehingga bisa jadi, bukannya menyelesaikan masalah tapi justru memunculkan masalah baru…[..]gt baca selanjutnya… »

Add to Google © Copyright 2012 - 2008 Setia Bhakti Wanita

Mengajukan Pinjaman Sambil Lesehan

pertemuan rutin kelompok

pertemuan rutin kelompok

Untuk menjadikan Kopwan SBW seperti saat ini membutuhkan waktu 31 tahun. Tapi kalau mau menghancurkannya tentu tidak membutuhkan waktu selama itu. Bahkan cukup dalam hitungan bulan atau hari. Kuncinya hanya satu yaitu tanggalkan rasa tanggung jawab.
Bisa dibayangkan bagaimana Kopwan SBW ini dibangun. Modal awalnya hanya Rp 300 ribu. Anggotanya juga cuma 35 ibu. Sedang aktivitasnya hanya berada disebuah garasi dirumah salah satu pengurus. Lalu bagaimana mengelolanya, sehingga bisa besar seperti sekarang ini.
Pastinya sangat dibutuhkan perjuangan yang tidak ringan. Sudah begitu, tidak ada imbalan finansial atas kerja keras dan perjuangan tersebut. Bahkan tidak jarang justru mengeluarkan biaya dari saku pribadi. Dengan kondisi seperti itu, bisa dipastikan tidak akan banyak yang ingin jadi pengurus. Tapi, meski kondisi minimalis, ternyata Kopwan SBW bisa menjadi besar..[..]gt baca selanjutnya… »

Add to Google © Copyright 2012 - 2008 Setia Bhakti Wanita

Ingin Jadi Anggota SBW

study banding

study banding

Tidak jarang kelompok-kelompok masyarakat yang melakukan study banding kemudian berkeinginan untuk bergabung menjadi anggota SBW. Hal itu biasanya diawali dari kekaguman setelah melihat kantor SBW. Kemudian kekaguman itu berlanjut pada pola pengelolaan koperasi ini. Tapi keinginan untuk menjadi anggota SBW itu terpaksa tidak bisa direalisasi, karena mereka berada diluar wilayah kerja SBW.
Tapi berbeda dengan salah satu rombongan study banding pada Juli lalu. Karena rombongan ini adalah kelompok PKK Pondok Benowo Indah. Dengan demikian, bila mereka menginginkan menjadi anggota SBW tentu peluangnya terbuka lebar. Selain kelompok perempuan, rombongan ini juga berada di wilayah kerja SBW
.
“Saya tahu SBW, karena teman saya ada yang menjadi anggota SBW. Tapi bagi masyarakat di Benowo nampaknya masih belum seberapa tahu tentang SBW. Itulah sebabnya ibu-ibu ini kami ajak study banding ke SBW. Kami telah membentuk kelompok dengan usaha simpan pinjam. Usaha ini dilakukan dalam wadah PKK yang memang setiap bulan mengadakan pertemuan kelompok. Kemungkinan kita ingin meniru pola yang telah dilakukan SBW walau nantinya tidak berbentuk koperasi. Tapi kemungkinannya juga bagaimana bila kita ingin bergabung menjadi anggota SBW,” tanya Ibu Dwi, Dosen Universitas Wijaya Putra yang memfasilitasi kelompok PKK Pondok Benowo Indah berkunjung ke SBW pada 15 Juli…[..]gt baca selanjutnya… »

Add to Google © Copyright 2012 - 2008 Setia Bhakti Wanita

Mengupas Keberadaan Kelompok

pertemuan kelompok

pertemuan kelompok

Mungkinkah sepuluh ribu lebih perempuan mau berkelompok kemudian setiap bulan kelompok – kelompok ini mau mengadakan pertemuan. Tentu jawabnya tidak mungkin bila tidak ada sesuatu yang bisa didapat dari pertemuan tersebut. Lalu bagaimana Kopwan SBW bisa melakukan yang tidak mungkin itu menjadi mungkin.

Pada Agustus lalu, World Vision Aceh kembali membawa kelompok-kelompok dampingannya untuk belajar sistem tanggung renteng di SBW. Menurut salah satu pendamping dari World Vision tersebut, bahwa mereka telah membentuk kelompok – kelompok. Pertemuan kelompok juga sudah dilakukan setiap bulan. Sehingga untuk bisa menerapkan sistem tanggung renteng tinggal selangkah lagi.
Tapi yang menjadi masalah setiap bulannya justru dari pendamping yang kalau di SBW disebut PPL. “Pada awalnya tidak masalah karena kami punya banyak materi untuk disampaikan di kelompok. Tapi lama kelamaan kami kebingungan juga karena kehabisan materi. Apa materi yang akan disampaikan pada bulan ini ? itulah yang selalu kami bingungkan. Kalau yang kita bicarakan itu-itu saja, kami khawatir mereka jenuh dan tidak mau lagi mengadakan pertemuan kelompok,” keluh salah satu pendamping World Vision…[..]gt baca selanjutnya… »

Add to Google © Copyright 2012 - 2008 Setia Bhakti Wanita
[E] E-KopwanSBW [S] SBW's Learning Center