Adakah Survey Kemanfaatan Koperasi

Pernahkan SBW mengadakan survey tentang kemanfaatan koperasi bagi anggotanya ? Itulah salah satu pertanyaan yang sempat terlontar dari peserta study banding KJKS Teladan – Banjarmasin pada Pebruari lalu. Tidak hanya sampai disitu, Ketua Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS) Teladan juga memaparkan tentang hasil survey di koperasinya. Menurutnya hasil survey menunjukan 90 % anggota menyatakan mendapatkan manfaat dari koperasinya.

“KJKS Teladan pernah melakukan penelitian tentang manfaat koperasi bagi anggota. Hasilnya ternyata sekitar 90 % anggota menyatakan merasa mendapat manfaat. Usahanya bisa berkembang setelah mendapat pinjaman permodalan. Sedang sistem yang digunakan adalah bagi hasil yang disebut dengan Mudharabah,” tukas Bp Gusti Mahfudz, Ketua KJKS Teladan yang juga ditunjuk sebagai ketua rombongan.

Mendapat pemaparan tersebut, Ibu Chandra, Ketua II Kopwan SBW menyampaikan sekitar tahun sembilan puluhan, SBW juga pernah melakukan survey bekerjasama dengan Yayasan Bhakti Astra. Memang survey tersebut hanya bersifat sampling, sehingga tidak menjangkau semua anggota. Hal itu dilakukan, karena jumlah anggota SBW waktu itu sudah mencapai ribuan. Dari hasil survey tersebut juga ditemukan bahwa anggota menyatakan mendapat banyak manfaat.

Dipaparkan pula, memang manfaat itu akan lebih mudah diukur bila pemanfaatan fasilitas pinjaman digunakan untuk keperluan produktif. Artinya manfaat itu akan terlihat ketika usaha anggota tersebut bisa semakin berkembang. Tapi masalahnya, tidak semua fasilitas pinjam di SBW digunakan untuk keperluan produktif. Dicontohkannya, bagaimana anggota memanfaatkan pinjaman dari SBW untuk pembiayaan pendidikan anak-anak mereka.

Tentu saja manfaat berkoperasi tidak hanya sekedar mendapat pinjaman. Karena di Kopwan SBW menerapkan sistem tanggung renteng. Dengan sistem ini, akan terjadi proses pembelajaran ditingkat anggota melalui kelompok. Bahkan dengan penerapan yang benar, akan terjadi perubahan sikap dan perilaku anggota yang dilandasi nilai-nilai tanggung renteng. Sikap dan perilaku demikian inilah yang akan menjadi modal bagi setiap anggota untuk mengembangkan diri baik dalam aspek ekonomi, sosial maupun budaya. Apalagi setiap tahun, Kopwan SBW juga mengadakan pelatihan ketrampilan ekonomi bagi anggotanya.

Pemaparan sekilas tentang sistem tanggung renteng, nampaknya cukup membuat penasaran rombongan yang berjumlah 12 orang tersebut. Karena saat itu, juga muncul pertanyaan tentang kiat meminimalisir resiko kredit macet. Dari sekilas paparan tentang tanggung renteng, kemudian mereka membandingkannya dengan sistem syari’ah yang diterapkan KJKS Teladan.

Memang KJKS Teladan ini didirikan oleh 20 orang dari kelompok pengajian sejak 7 tahun lalu. Tak mengherankan bila sistem yang diterapkan adalah sistem syari’ah. Sedang usaha yang dikembangkan, selain simpan pinjam adalah usaha persewaan seperti penginapan, dan persewaan mobil. Disamping juga ada pelatihan. Sementara pembiayaan yang dikembangkan diantaranya untuk tour, umroh, perbaikan rumah dan biaya sekolah. Dari usaha-usaha tersebut, kini assetnya telah berkembang mencapai hampir Rp 1 miliar. Sedang jumlah anggota yang dari awalnya 20 orang kini menjadi 298 anggota. Beberapa penghargaan juga pernah diterima oleh KJKS Teladan baik dari Walikota Banjarmasin, Gubernur Kalsel, maupun Menegkop. (gt)

Tulis Komentar

 

Spam Protection by WP-SpamFree

Add to Google © Copyright 2012 - 2008 Setia Bhakti Wanita
[E] E-KopwanSBW [S] SBW's Learning Center