<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Setia Bhakti Wanita &#187; Seputar SBW</title>
	<atom:link href="http://www.setiabhaktiwanita.com/category/seputar-sbw/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.setiabhaktiwanita.com</link>
	<description>Berkembang dengan Derap Kebersamaan</description>
	<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 03:20:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>FKJU Buka Sentra Kue</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/fkju-buka-sentra-kue.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/fkju-buka-sentra-kue.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 03:20:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=740</guid>
		<description><![CDATA[Forum Komunikasi Jaringan Usaha (FKJU) SBW kembali melakukan gebrakan untuk anggota-anggotanya dengan membuka Sentra Kue. Gagasan yang terlontar saat pertemuan koordinasi FKJU di Batu ini telah dimulai pada 24 Januari. Sedang tempatnya berada di depan kantor Kopwan SBW. Sentra Kue ini berlangsung mulai pukul 4.30 hingga pukul 7.30. Karena pada pukul 8.00 aktivitas kantor Kopwan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2012/01/FKJU-web.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-741" title="FKJU web" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2012/01/FKJU-web-300x235.jpg" alt="" width="300" height="235" /></a>Forum Komunikasi Jaringan Usaha (FKJU) SBW kembali melakukan gebrakan untuk anggota-anggotanya dengan membuka Sentra Kue. Gagasan yang terlontar saat pertemuan koordinasi FKJU di Batu ini telah dimulai pada 24 Januari. Sedang tempatnya berada di depan kantor Kopwan SBW. Sentra Kue ini berlangsung mulai pukul 4.30 hingga pukul 7.30. Karena pada pukul 8.00 aktivitas kantor Kopwan SBW sudah dimulai.<span id="more-740"></span></p>
<p>Dengan adanya Sentra Kue ini, diharapkan semua produk makanan dari anggota FKJU bisa tertampung. Bukan itu saja, Sentra Kue juga bisa menjadi sarana promosi bagi produk makanan anggota. Untuk itu, setiap kue harus diberi lebel sebagai identitas pembuat  yang bisa dihubungi bila ada pemesanan.</p>
<p>Pada pembukaan hari pertama memang belum seramai yang diharapkan, tapi cukup lumayan sebagai perkenalan. Kue yang belum laku di Sentra Kue dilanjutkan penjualannya di pujasera SBW. Hal ini juga merupakan strategi FKJU dalam memperkenalkan produk anggotanya pada sesama anggota SBW. Dengan demikian diharapkan, ketika ada anggota SBW yang punya hajat bisa pesan aneka kue, baik melalui FKJU atau ke anggota langsung.</p>
<p>Memasarkan produk makanan melalui Sentra Kue, merupakan salah satu program FKJU bidang tata boga yang telah dirumuskan saat pertemua koordinasi yang diadakan di Kota Batu. Tentu saja bukan hanya bidang tata boga yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Karena dalam FKJU, kini telah dibagi menjadi 6 bidang yaitu tata boga, kerajinan, persewaan dekorasi, garmen, pracangan dan tata rias kecantikan. Rumusan dari hasil pertemuan tersebut sekaligus menjadi rencana program FKJU tahun 2012.</p>
<p>Rencana program masing-masing bidang tersebut telah di sosialisasikan selama tiga hari sejak 17 Januari lalu. Dalam sosialisasi tersebut, masing-masing bidang telah sepakat untuk mengadakan pertemuan setiap bulan. Nampaknya para anggota telah menyadari betapa pentingnya jalinan komunikasi antar anggota. Dengan pertemuan rutin itulah, mereka bisa membahas berbagai persoalan usaha yang dihadapi serta pengembangannya.</p>
<p>Disamping tentang kesepakatan adanya pertemuan rutin, anggota di masing-masing bidang juga menyepakati diadakannya pelatihan. Dalam hal ini pengurus FKJU telah merumuskan beberapa pelatihan pengembangan diri anggota terkait dengan usaha. Untuk bidang tata boga misalnya, telah direncanakan adanya penyatuan resep masakan. Sehingga ada standart rasa saat mendapat pesanan. Karena kemungkinan besar, banyak pesanan yang akan dikerjakan secara bersama-sama. Untuk penyatuan resep ini, FKJU menggandeng Finna. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/fkju-buka-sentra-kue.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Sebuah Kebersamaan Ditengah Musibah</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/arti-sebuah-kebersamaan-ditengah-musibah.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/arti-sebuah-kebersamaan-ditengah-musibah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 07:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=732</guid>
		<description><![CDATA[Satu lidi tentu tidak bisa digunakan untuk menyapu lantai. Tapi begitu lidi-lidi itu digabungkan dan diikat menjadi sebuah sapu, manfaatnya sebagai alat pembersih lantai sangat bisa dirasakan. Hal ini pula yang dirasakan Ibu Indah (klp 45) korban kebakaran. 
Tak terlintas dalam pikiran Ibu Indah, kalau asap hitam yang mengepul dikawasan Kalianyar itu sebagai pertanda jago [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8864-web.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-733" title="IMG_8864 web" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8864-web-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Satu lidi tentu tidak bisa digunakan untuk menyapu lantai. Tapi begitu lidi-lidi itu digabungkan dan diikat menjadi sebuah sapu, manfaatnya sebagai alat pembersih lantai sangat bisa dirasakan. Hal ini pula yang dirasakan Ibu Indah (klp 45) korban kebakaran. <span id="more-732"></span></em></p>
<p>Tak terlintas dalam pikiran Ibu Indah, kalau asap hitam yang mengepul dikawasan Kalianyar itu sebagai pertanda jago merah telah melibas kampungnya. Walaupun ia juga sudah mendengar kabar bahwa kebakaran pada<em> 28 Oktober </em>itu terjadi di Kalianyar. Perkiraannya justru yang terbakar adalah gedung atau perusahaan yang ada di Kalianyar. Itulah sebabnya ia tetap melanjutkan pekerjaannya yang berlokasi di Jl. Singoyudan.</p>
<p>Tapi ketika pulang kerja sekitar pukul 4 sore, ia begitu terkejut melihat keramaian akibat kebakaran itu justru berada di ujung gang tempat tinggalnya. Dia semakin shock, setelah melihat sendiri bahwa yang terbakar adalah rumah-rumah di belakang balai RW Kalianyar Wetan. Karena memang, rumahnya berada tepat dibelakang balai RW itu. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena api sudah terlalu besar dan melahap semuanya. Sehingga tidak ada yang bisa diselamatkan.</p>
<p>“Waktu itu saya mau nekat masuk untuk bisa menyelamatkan barang-barang yang tersisa. Tapi oleh kakak saya digandoli, karena memang sudah tidak mungkin masuk. Api terlalu besar dan merambat dengan cepat. Sehingga tidak ada satupun barang yang bisa diselamatkan,” tutur Ibu Indah mengenang kejadian yang begitu menegangkan saat itu.</p>
<p>Akibat dari kebakaran itu, rumah tiga lantai milik Ibu Indah ludes isinya. Memang sepintas rumah diatas tanah sekitar 3 X 3 m itu seperti masih utuh. Bahkan kondisi pintu di lantai satu seperti tidak tersentuh api. Tapi lantai 2 dan 3 yang sekaligus berfungsi sebagai kamar, kondisinya hangus. Bahkan tembok dibagian belakang sampai jebol. Sehingga semua barang yang ada di dua kamar tersebut hangus.</p>
<p>“Rumah saya itu, yang lantai bawah untuk dapur. Sedang lantai 2 ditempati kakak dan ibu mertua saya. Saya dan suami menempati lantai 3. Kalau barang-barang yang ada didapur masih ada yang bisa dipakai. Tapi itupun akhirnya ada yang mencurinya. Kompor misalnya yang masih bisa dipakai itu juga hilang. Sedang di lantai 2 dan 3 semuanya habis. Termasuk surat-surat penting seperti surat nikah juga ikut hangus,” papar Ibu Indah.</p>
<p>Dengan demikian, keluarga Ibu Indah memulai kehidupannya seperti dari nol lagi. Balai RW saat itu difungsikan sebagai tempat pengungsian bagi warga yang rumahnya habis terbakar. Termasuk keluarga Ibu Indah.  Untungnya menurut Ibu Indah, banyak pihak yang memberi perhatian. Diantaranya datang untuk memberi bantuan. Termasuk ibu-ibu pengurus Kopwan SBW yang datang menjenguknya.</p>
<p>“Saya sangat berterimakasih atas perhatian ibu-ibu pengurus SBW. Saya juga sangat terharu atas perhatian seluruh anggota SBW pada kami. Saya tidak menyangka kalau akan mendapat bantuan begitu besar dari SBW. Dan disinilah saya merasa begitu besar manfaatnya menjadi anggota Kopwan SBW,” tukas Ibu Indah menahan haru dengan mata berkaca-kaca.</p>
<p>Memang Ibu Indah telah mendapat kabar dari Ibu Taji selaku PJ dikelompoknya bahwa dia akan mendapat bantuan dari SBW. Tapi dia tidak menyangka kalau bantuan yang akan diterima cukup besar baginya. Total bantuan yang diterima Rp29,3 juta dengan rincian dari dana sosial sebesar Rp3 juta dan partisipasi anggota baik melalui kelompok maupun kotak sumbangan dikantor SBW terkumpul sebesar Rp26,3 juta. Bantuan tersebut diserahkan pada 29 Nopember oleh Ibu Rina, Bendahara I dan didampingi Ibu Esti dan Ibu Yusi selaku pengawas.</p>
<p>“Alhamdulillah…. saya betul-betul tidak bisa membayangkan sebelumnya kalau akan menerima bantuan sebesar itu. Bos ditempat kerja saya saja cuma bisa ngomong sabar tapi tetap marah-marah sewaktu saya masih belum bisa masuk kerja. Sekali lagi saya menyampaikan terimakasih pada seluruh anggota SBW,” pintanya.</p>
<p>Begitulah arti sebuah keluarga besar yang tidak tanggung-tanggung jumlahnya kini mencapai 11 ribu anggota lebih. Suatu yang kecil tapi terkumpul dari 11 ribu anggota, tentu menjadi sebuah kekuatan besar. Itulah kebersamaan yang telah terpupuk dalam keluarga besar Kopwan SBW. Semua itu menjadi lebih mudah karena sudah tertata dalam sebuah system.</p>
<p>Setiap kali ada anggota yang mengalami musibah bisa langsung disampaikan pada anggota melalui kelompok. Sehingga bentuk kepedulianpun bisa terhimpun dengan cepat. Seperti juga ketika ada anggota yang meninggal, hal itupun bisa langsung tersampaikan pada anggota lainnya melalui kelompok. Walaupun setiap anggota hanya membantu Rp200,- untuk setiap anggota yang meninggal, tapi karena terkumpul dari 11 ribu anggota maka hasilnyapun bisa dirasakan. Apalagi juga ditambah dari dana sosial. Begitulah indahnya kebersamaan, persoalan berat menjadi ringan karena menjadi kepedulian bersama. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/arti-sebuah-kebersamaan-ditengah-musibah.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PJ Belajar Komunikasi Efektif</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/pj-belajar-komunikasi-efektif.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/pj-belajar-komunikasi-efektif.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 06:43:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[Komunikasi merupakan unsur terpenting dalam kehidupan. Tak terkecuali dalam kelompok. Terkait dengan hal itu, pada 22-23 Nopember digelar pelatihan untuk PJ dengan mengusung tema membangun komunikasi efektif dalam kelompok.
Dapatkan informasi dari sumbernya langsung. Begitulah yang ingin disampaikan instruktur dari Lapenkopnas dalam pelatihan untuk PJ Kopwan SBW. Pesan inipun dibuktikan dengan “game pesan berantai” yang dimainkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2012/01/Plt-Komunikasi-2-web.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-725" title="Plt Komunikasi 2 web" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2012/01/Plt-Komunikasi-2-web-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Komunikasi merupakan unsur terpenting dalam kehidupan. Tak terkecuali dalam kelompok. Terkait dengan hal itu, pada 22-23 Nopember digelar pelatihan untuk PJ dengan mengusung tema membangun komunikasi efektif dalam kelompok.<span id="more-724"></span></em></p>
<p>Dapatkan informasi dari sumbernya langsung. Begitulah yang ingin disampaikan instruktur dari Lapenkopnas dalam pelatihan untuk PJ Kopwan SBW. Pesan inipun dibuktikan dengan “<em>game pesan berantai”</em> yang dimainkan oleh peserta pelatihan. Dari game itu ditunjukan bagaimana sebuah informasi bisa berubah. Semakin panjang jalur yang dilalui maka semakin besar perubahan yang terjadi. Perubahan itu bisa berupa pengurangan atau penambahan sehingga merubah arti dan makna informasi awal. Dalam ilmu komunikasi diistilahkan dengan distorsi pesan.</p>
<p>Selain itu, peserta juga diajak memainkan kartu karakter. Dalam hal ini setiap peserta diminta memilih salah satu kartu yang sesuai dengan karakternya. Kemudian mereka diminta untuk mengkomunikasikan karakter tersebut kepada peserta lainnya didalam sebuah kelompok. Dari permainan itu, nampak sekali bagaimana pola komunikasi masing-masing peserta. Ada yang tegang tapi ada juga yang terlihat santai bahkan ada yang diselingi tawa. Anggota tubuh merekapun ikut menunjang cara mereka berkomunikasi. Mulai dari tatapan mata hingga gerak tangan dan tubuh mereka. Tapi ada juga yang nampak duduk kaku sambil malu-malu dengan suara yang lirih.</p>
<p>Dari berbagai gaya berkomunikasi pada permainan tersebut,  kemudian dijadikan bahan untuk menjelaskan tentang efektifitas sebuah proses komunikasi. Diantaranya disampaikan bahwa seorang pembicara juga harus bisa menjadi pendengar yang baik. Tidak ngomong sendiri tanpa peduli orang tertarik atau tidak, tanpa peduli orang mau mendengarkan atau tidak. Dalam hal ini Bp Arifudin mengunakan beberapa istilah untuk menghindari kegagalan komunikasi. Hal-hal yang harus dihindari tersebut diistilahkan dengan KURUS: kurang focus, KUDIS: kurang disiplin, KUSAM: kurang kerjasama, KUPER: kurang persiapan, KUALAT: kurang berlatih, KUSTA: kurang strategi, KUTIL: kurang teliti, KURAP: kurang rapi, KUNO: kurang inovatif.</p>
<p>Disamping itu sebagai komunikator yang baik harus punya kesiapan, kesungguhan, ketulusan, percaya diri, ketenangan, keramahan, kesederhanaan, cakrawala luas, rasa ingin tahu, antusiasme, empati dan mempunyai gaya bicara sendiri. Hal inilah yang seharusnya dimiliki oleh seorang PJ agar komunikasi dalam kelompok lebih dinamis dan membawa rasa nyaman bagi anggotanya.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut instruktur juga menyampaikan tentang penyebab komunikasi yang tidak efektif. Diantaranya disebabkan oleh pembicaraan yang bertele-tele dan tidak jelas apa yang ingin disampaikan. Apalagi bila sipembicara tidak percaya diri dan menyampaikan pesan dengan malu-malu. Sebaliknya komunikasi juga tidak efektif bila pesan yang disampaikan dengan cara tidak simpatik misalnya dengan marah-marah. Komunikasi juga menjadi tidak efektif  bila berlangsung satu arah sehingga tidak terjadi interaksi aktif antara komunikator dan komunikan. Kalau di kelompok adalah interaksi antara PJ dan anggotanya.</p>
<p>Pelatihan yang diikuti 379 PJ ini dibagi menjadi 8 kelas. Setiap hari digelar 4 kelas yang dibagi kelas pagi dan kelas siang dan berlangsung mulai 22-23 Nopember. Sedang untuk instrukturnya diambil dari Lapenkop Nasional yaitu Bp Arifudin, Bp Irawan dan Bp Priyatna. Dengan pelatihan ini diharapkan agar PJ mampu melakukan komunikasi yang efektif dikelompok. Sehingga kelompoknya bisa berkembang lebih dinamis dan nyaman bagi anggotanya.</p>
<p>Pelatihan dengan instruktur dari Lapenkop Nasional ini berlanjut pada 24 Nopember, yang diikuiti Pengurus, Pengawas dan PPL. Sedang tema yang diangkat, Mind Mapping dengan instruktur  Bp Arifuddin. Dalam pelatihan ini diawali dengan pengenalan cara kerja otak. Dengan mengetahui hal itu, diharapkan akan muncul kemampuan untuk memaksimalkan kerja otak. Diantaranya bagaimana memenej otak  dengan mind mapping (peta pikiran).</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Bp Arifuddin mencontohkan bagaimana membuat mind mapping. Dijelasakan dalam pembuatan mind mapping ini dimulai dari idea atau masalah pokok yang digambar ditengah kertas. Kemudian dari tengah tersebut dikembangkan dengan membuat cabang kekanan dan kekiri yang merupakan cabang pemikiran. Sehingga dari gambar atau peta tersebut, bisa dilihat semua permasalahan hanya dengan melihat sepintas. Dengan mind mapping ini akan sangat membantu dalam pembuatan perencanaan dan pengambilan keputusan. Waktupun menjadi lebih efesien dan bisa lebih kreatif dalam penyelesaian. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/pj-belajar-komunikasi-efektif.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>1390 Anggota Tergabung Dalam FKJU</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/1390-anggota-tergabung-dalam-fkju.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/1390-anggota-tergabung-dalam-fkju.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 05:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=707</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai dengan amanah RA, pada 2011 ini telah terbentuk Forum Komunikasi Jaringan Usaha (FKJU) sebagai wadah anggota yang punya usaha. Dengan wadah tersebut diharapkan kapasitas usaha anggota bisa ditingkatkan. Sebagai langkah awal, FKJU telah mengelar pertemuan pada 17 -19 Oktober.
Pada RA membahas RK-RAPB 2011 telah disepakati akan dibentuk jaringan usaha anggota. Sebagai realisasi, pendataanpun dimulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/10/FKJU.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-708" title="FKJU" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/10/FKJU-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Sesuai dengan amanah RA, pada 2011 ini telah terbentuk Forum Komunikasi Jaringan Usaha (FKJU) sebagai wadah anggota yang punya usaha. Dengan wadah tersebut diharapkan kapasitas usaha anggota bisa ditingkatkan. Sebagai langkah awal, FKJU telah mengelar pertemuan pada 17 -19 Oktober.<span id="more-707"></span></em></p>
<p>Pada RA membahas RK-RAPB 2011 telah disepakati akan dibentuk jaringan usaha anggota. Sebagai realisasi, pendataanpun dimulai melalui PPL yang memang setiap bulan terjun langsung ke kelompok. Dari hasil pendataan tersebut, telah tercatat 1.390 anggota yang punya usaha dengan beragam jenis. Untuk mengorganisir wadah anggota yang punya usaha ini, dipilihlah kepengurusannya dengan susunan Koordinator, Wakil dan Sekretaris.</p>
<p>Wadah usaha anggota yang kemudian disebut dengan Forum Komunikasi Jaringan Usaha ini diawaki oleh Ibu Fitri (klp133) sebagai Koordinator, Ibu Dhani (klp 466) sebagai Wakil, Ibu Ciplies (klp 462) selaku Sekretaris. Untuk langkah awal, FKJU telah menggelar temu anggota yang diselenggarakan pada 17 – 19 Oktober di gedung II Kopwan SBW. Dalam kesempatan tersebut telah dilakukan pembentukan kelompok per jenis usaha dan pemilihan koordinatornya. Pengelompokan ini dilakukan sebagai upaya mempermudah komunikasi dan koordinasi antar anggota.</p>
<p>“Dengan adanya forum ini diharapkan anggota yang punya usaha bisa saling bersinergi. Nantinya setiap usaha anggota dalam FKJU bisa saling terkoneksi untuk memperkuat basic usaha masing-masing anggota. Untuk itulah diharapkan data harus selalu up date,” harap Ibu Chandra, Wakil Ketua I SBW dalam pembukaan temu angggota FKJU pada hari pertama.</p>
<p>Hal sama juga disampaikan Ibu Sadjim Ketua Kopwan SBW pada pertemuan hari kedua. Disampaikannya, dengan data yang selalu up date, akan memudahkan pengembangannya. Misalkan ada anggota yang akan punya gawe, maka tinggal menghubungi FKJU. Kemudian dari pengurus FKJU tinggal berkomunikasi dengan masing-masing koordinator kelompok usaha. Koordinator kelompok juga tidak akan kesulitan menghubungi anggota yang punya produk sesuai dengan yang dibutuhkan.</p>
<p>“Pokoknya siapa yang membutuhkan akan dihubungkan dengan siapa yang bisa menyediakan kebutuhan tersebut. Inilah salah satu fungsi dari FKJU. Nanti kalau sudah pada permasalahan permodalan ya… larinya ke koperasinya. Begitu pula kalau nyimpan. Sehingga usaha anggota berkembang koperasinyapun ikut maju. Anggotanya sejahtera, koperasinya semakin kuat,” tukas Ibu Sadjim dalam kata sambutannya pada temu anggota FKJU dihari kedua.</p>
<p>Walaupun baru dibentuk, nampaknya FKJU langsung action. Pada pertemuan hari pertama misalnya, Ibu Fitri selaku koordinator menyampaikan tentang order catering dari beberapa perusahaan yang telah didapatnya. Order dalam jumlah besar tersebut disampaikan dalam forum agar bisa dikerjakan bersama-sama. Pada pertemuan pertama yang dibagi 3 kelompok yaitu supplier, masakan dan kue tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Merekapun langsung melakukan lobi-lobi untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keunggulan masing-masing. Karena sifat pembayaran dari order tersebut mundur satu bulan, maka pembiayaanya ditopang langsung oleh Kopwan SBW dalam bentuk pinjaman.</p>
<p>Selain itu disampaikan pula tentang adanya pameran makanan dan minuman tradisional yang diadakan di Gramedia Ekspo pada 26 – 30 Oktober. Dalam moment ini, FKJU akan menyewa stand yang biayanya ditanggung bersama oleh anggota yang ikut. “Harga stand Rp 2,5 juta. Dari saya nanti ada Rp 1 juta. Sisanya Rp 1,5 juta silahkan ditanggung bersama yang mau ikut. Ini sarana promosi bagi usaha kita, mari kita manfaatkan,” ajak Ibu Fitri yang nampaknya disambut antusias oleh anggota.</p>
<p>Disampaikan pula, bahwa Ibu Fitri mendapat tawaran untuk ikut pameran perikanan di Jakarta. Terkait dengan hal tersebut, kepada anggota yang mempunyai produk olahan makanan dari ikan bisa nitip. Tapi syaratnya olahan makanan kering. Tapi tentu saja dalam pameran ini tidak dimaksudkan untuk jualan langsung melainkan promosi usaha. Sehingga produk yang dibawa tidak perlu banyak. “Ini tingkat nasional, Tapi pengunjungnya tidak menutup kemungkinan dari luar negeri. Jadi anggap saja ini sebagai investasi jangka panjang untuk pengembangan usaha ibu-ibu. Untuk itu yang kita bawa cukup contoh produk dan kartu nama yang bisa dihubungi bila ada yang berminat,” tandasnya.</p>
<p>Dalam pertemuan yang berlansung selama 3 hari tersebut telah berhasil dibentuk 11 kelompok usaha. Pada pertemuan hari pertama gelombang pertama kelompok usaha yang terkait dengan jasa boga. Kemudian pada siangnya kelompok usaha yang terkait dengan dekorasi, bunga, kerajinan dan persewaan. Sedang pada hari kedua gelombang pertama menghadirkan anggota yang punya usaha terkait dengan kain seperti penjahit, butik atau usaha garment. Pada gelombang kedua menghadirkan anggota yang punya usaha terkait dengan toko, counter, pracangan ataupun agen. Pada hari ketiga menghadirkan usaha terkait dengan kecantikan seperti salon, Spa, rias penganting dan kosmetik.</p>
<p>Pertemuan FKJU ini direncanakan akan diadakan rutin setiap bulan untuk menghubungkan antara usaha yang satu dengan lainnya. Dalam jangka panjang juga direncanakan untuk mempunyai showroom yang memajang semua produk anggota FKJU. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/1390-anggota-tergabung-dalam-fkju.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SBW Menggenjot Kapasitas Ekonomi Anggota</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-menggenjot-kapasitas-ekonomi-anggota.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-menggenjot-kapasitas-ekonomi-anggota.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 05:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai cara telah dilakukan SBW untuk meningkatkan kapasitas ekonomi anggota. Asumsinya, dengan meningkatnya kapasitas ekonomi akan meningkat pula kemampuan meningkatkan kesejahteraan anggota. Upaya tersebut diantaranya memberikan berbagai pelatihan ketrampilan ekonomi yang dilaksanakan setiap tahun.
Pada tahun ini, Kopwan SBW juga mengadakan pendataan anggota yang punya usaha. Pendataan ini dimaksudkan agar usaha anggota bisa saling terkoneksi. Harapannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/10/FKJU-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-700" title="FKJU 1" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/10/FKJU-1-300x224.jpg" alt="" width="278" height="207" /></a>Berbagai cara telah dilakukan SBW untuk meningkatkan kapasitas ekonomi anggota. Asumsinya, dengan meningkatnya kapasitas ekonomi akan meningkat pula kemampuan meningkatkan kesejahteraan anggota. Upaya tersebut diantaranya memberikan berbagai pelatihan ketrampilan ekonomi yang dilaksanakan setiap tahun.<span id="more-699"></span></p>
<p>Pada tahun ini, Kopwan SBW juga mengadakan pendataan anggota yang punya usaha. Pendataan ini dimaksudkan agar usaha anggota bisa saling terkoneksi. Harapannya tentu usaha anggota tersebut akan bisa berkembang dan kapasitas ekonominya terangkat. Jaringan usaha ini akan diwadahi dalam bentuk forum dengan harapan setiap anggota yang punya usaha bisa saling bertemu diforum ini. Sehingga mereka bisa saling mengkomunikasikan potensi yang dimiliki sebagai upaya pengembangan usahanya.</p>
<p>Terkait dengan pembentukan Forum Komunikasi Jaringan Usaha anggota ini, telah dipilih 3 anggota yang akan berfungsi sebagai koordinator, wakil dan sekretarsi. Mereka adalah Ibu Fitri dari kelompok 133,  Ibu Dhani kelompok 466 dan Ibu Ciplies kelompok 462. Mereka inilah yang nantinya mengkoordinir dan memfasilitasi pertemuan anggota dalam forum jaringan usaha. Harapannya dari situ akan tersusun pula program-program terkait dengan pengembangan usaha anggota.</p>
<p>Tidak hanya itu, sejak 2010 Kopwan SBW juga telah melakukan pembentukan kelompok ekonomi. Hingga saat ini telah terbentuk 15 kelompok. Anggota yang tergabung dalam kelompok ini mendapat fasilitas tambahan pinjaman sebesar Rp 5 juta. Adapun syarat membentuk kelompok ekonomi tersebut telah diatur dalam Peraturan Khusus no 11 tentang Pembentukan Sub Kelompok Ekonomi.</p>
<p>Dalam Peraturan Khusus No 11 disebutkan ada 9 persyaratan untuk membentuk kelompok ekonomi.</p>
<p>Syarat Pementukan Sub Kelompok Ekonomi</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="647">
<tbody>
<tr>
<td width="647" valign="top">1.          Jumlah anggota Sub Kelompok minimal 5 orang.</p>
<p>2.          Memiliki penghasilan tambahan dan usaha sendiri.</p>
<p>3.          Simpanan Wajib anggota minimal Rp. 4.000.000,-</p>
<p>4.          Berasal dari kelompok baik / tidak bermasalah.</p>
<p>5.          Bersedia disurvey.</p>
<p>6.          Pinjaman SP 1 maksimal Rp. 16.000.000,-</p>
<p>7.          Perhitungan plafon pribadi 4 x Simpanan Wajib dan   plafon kelompok mengikuti kelompok asal.</p>
<p>8.          Jika terjadi TR : Rp.11 juta di TR kelompok asal, yang   5 juta di TR anggota dari kelompok ekonomi.</p>
<p>9.    Pembentukannya   harus dimusyawarahkan dan disetujui oleh seluruh anggota kelompok karena   menyangkut plafon kelompok secara keseluruhan serta diketahui oleh PPL.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bila permodalan usaha masih belum tercukupi dengan bergabung di sub kelompok ekonomi, maka anggota bisa memanfaatkan fasilitas pinjaman di unit UKM. Tapi tentu saja persyaratannya berbeda dengan di kelompok. Untuk bisa mengajukan pinjaman di UKM harus menggunakan agunan sebagaimana di bank. Untuk menopang permodalan usaha anggota pula, pada tahun ini Kopwan SBW mengeluarkan produk pinjaman <strong><em>Multiguna Plus</em></strong>. Produk ini tentu sangat cocok bagi anggota yang membutuhakan perputaran modal cepat.</p>
<p>Khusus pinjaman <strong><em>Multiguna Plus</em></strong> ini agunannya berupa emas dengan system gadai dalam masa 4 bulan. Sedang jasanya 1,8 % per bulan atau total dalam empat kali angsuran sebesar 7,6%. Sementara ditempat lain jasanya bisa mencapai 3,5% per bulan. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-menggenjot-kapasitas-ekonomi-anggota.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemberdayaan UKM Melalui Koperasi</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/pemberdayaan-ukm-melalui-koperasi.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/pemberdayaan-ukm-melalui-koperasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 05:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tiga bulan terakhir, SBW kedatangan dua kali tamu dari Jawa Tengah. Nampaknya mereka ingin tahu lebih banyak tentang Kopwan SBW sebagai koperasi wanita yang dianggap berhasil. Pada Juli lalu rombongan study banding dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Grobokan Jawa Tengah.  Rombongan ini berjumlah 40 orang yang diantaranya adalah dari kelompok-kelompok yang telah mendapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/10/tamu1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-696" title="tamu1" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/10/tamu1-300x225.jpg" alt="" width="270" height="202" /></a>Dalam tiga bulan terakhir, SBW kedatangan dua kali tamu dari Jawa Tengah. Nampaknya mereka ingin tahu lebih banyak tentang Kopwan SBW sebagai koperasi wanita yang dianggap berhasil. Pada Juli lalu rombongan study banding dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Grobokan Jawa Tengah.  Rombongan ini berjumlah 40 orang yang diantaranya adalah dari kelompok-kelompok yang telah mendapat pelatihan ketrampilan ekonomi dan menejemen.<span id="more-695"></span></p>
<p>“Dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, kami telah membentuk kelompok- kelompok ekonomi. Kemudian mereka dilatih dengan berbagai ketrampilan dan menejemen pengembangannya. Harapannya, kelompok-kelompok ini nantinya bisa berkembang dan membentuk koperasi. Makanya mereka kita bawa ke Kopwan SBW untuk mengetahui bagaimana mengelola kelompok dan bagaimana bisa mengembangkannya menjadi koperasi,” ujar Bp Yanto, Kabid Kelembagaan  Dinas Koperasi &amp; UMKM Kabupaten Grobokan – Jawa Tengah.</p>
<p>Pada bulan sebelumnya, Bp Yanto dan stafnya telah berkunjung ke SBW setelah mendapat arahan dari Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi Jawa Timur. Kunjugan tersebut merupakan upaya penjajakan untuk mencari tempat study banding sesuai dengan kondisi rombongan yang akan dibawanya. Hal tersebut juga sebagai upaya memotivasi UKM yang telah dibinanya agar bisa tumbuh dan berkembang. Sedang tujuan akhirnya,  mereka bisa menyatu dengan membentuk sebuah koperasi.</p>
<p>Sayangnya rombongan ini melakukan study banding pada 26 Juli. Sehingga mereka tidak bisa menyaksikan langsung bagaimana proses pertemuan kelompok. Selain itu, informasi yang didapatpun tidak bisa lengkap khususnya terkait dengan pengelolaan kelompok dengan system tanggung renteng. Karena memang kunjungan tersebut hanya besifat study banding yang hanya berlangsung sekitar dua jam.</p>
<p>Kendati demikian, dari uraian singkat tentang sejarah perkembangan Kopwan SBW, cukup membuat mereka penasaran. Dari uraian tersebut, mereka jadi tahu bahwa yang dicapai Kopwan SBW tidaklah instan. Kopwan yang telah berusia 33 tahun ini dulunya juga berasal dari kelompok arisan ibu-ibu yang beranggotakan 35 orang. Bahkan modal awalnya hanya Rp 300 ribu dari simpanan pokok anggota. Hal tersebut menunjukan, dari kecil juga bisa menjadi besar bila koperasi dikelola dengan benar.</p>
<p>Tamu lain dari Jawa Tengah adalah Komisi B DPRD Jawa Tengah. Kedatangan rombongan yang berjumlah 18 orang ini merupakan rangkaian kunjungan kerja ke Jawa Timur. Rombongan parlemen yang didampingi Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Tengah ini sebelumnya telah berkunjung ke DPRD Propinsi Jawa Timur. Kemudian dilanjutkan ke Kopwan SBW sebagai upaya mencari model pembanding bagi pengembangan koperasi diwilayahnya.</p>
<p>“Sebetulnya kunjugan ke SBW ini juga merupakan amanah dari teman. Beliaunya <em>mewanti-wanti</em> kami kalau ke Jawa Timur agar singgah ke Kopwan SBW. Karena di koperasi ini banyak yang menarik untuk dipelajari. Barangkali ada yang bisa diterapkan dan dikembangkan di Jawa Tengah,” ujar ketua rombongan saat memberi sambutan.</p>
<p>Rombongan anggota dewan ini, sempat terkagum ketika mendengar paparan singkat tentang system tanggung renteng yang mampu menekan NPL hingga 0%. Bahkan mereka sempat tidak percaya dengan apa yang disampaikan Ibu Sadjim saat itu. “Ach.. masak iya.. NPL bisa ditekan hingga 0%,” tanya salah satu peserta rombongan.</p>
<p>Disamping itu juga ditanyakan tentang keanggotaan. Karena koperasi pada umumnya menempatkan anggota hanya sebagai nasabah. Tak mengherankan bila jumlah anggotanya tidak banyak bertambah dan yang justru banyak bertambah adalah calon anggota. Calon anggota itupun posisinya tidak pernah berubah, karena memang hanya sebagai nasabah.</p>
<p>Tentu saja hal tersebut berbeda dengan Kopwan SBW yang memposisikan anggota bukan hanya sebagai pengguna jasa tapi juga pemilik. Dalam hal ini anggota ikut menentukan jalannya pengelolan koperasinya melalui Rapat Anggota. Melalui Rapat Anggota pula, anggota melakukan evaluasi atas jalannya pengelolaan koperasinya. Komunikasi aktif antara anggota dan koperasi tidak hanya dilakukan dalam forum Rapat Anggota, tapi juga setiap enam bulan sekali dalam forum temu wicara. Kemudian setiap bulan melalui pertemuan kelompok.</p>
<p>Kebanyakan rombongan yang datang ke Kopwan SBW atas inisiatif dari Dinas Koperasi setempat. Tapi rombongan study banding dari Kabupaten Bandung ini beda. Rombongan yang terdiri dari 25 orang ini adalah Pengurus, Pengawas, karyawan dan anggota KSP Ikhtiar Sejahtra. Perjalanan mereka menuju ke Kopwan SBW ternyata juga tidak ringan. Dari Bandung ke Surabaya dijalaninya dengan naik bus. Ketika sampai di Pekalongan, bus yang ditumpangi mengalami kecelakaan. Sehingga kedatangan di Kopwan SBW yang direncanakan sekitar pukul 9 pagi, akhirnya molor hingga  pukul 7.30 malam.</p>
<p>Semangat belajar dari rombongan ini memang cukup tinggi sehingga mengalahkan rasa lelah mereka selama perjalanan. “Kami telah mendengar Koperasi Setia Bhakti Wanita ini sudah sangat maju. Dan terbukti apa yang kami dengar itu adalah sebuah kenyataan setelah kami datang dan melihat langsung. Untuk itulah kami kemari ingin tahu lebih jauh tentang apa yang telah dilakukan SBW sehingga bias maju seperti ini. Kiat-kiat sukses itulah yang ingin kami ketahui walaupun sifatnya hanya sekilas,” Ibu Sri Subekti, Ketua KSP Ikhtiar Sejahtera.</p>
<p>Dipaparkannya pula, KSP Ikhtiar Sejahtera Kabupaten Bandung ini  telah berdiri sejak 1985. Walaupun bukan koperasi wanita,  tapi 90 % dari jumlah sekitar 600 anggota  adalah wanita. Pengurus dan pengawasnyapun wanita. Kondisi keanggotaan yang hampir mirip inilah yang menjadi motivasi para Pengurus dan Pengawas KSP Iktiar Sejahtera untuk berkunjung ke SBW pada 8 Juli lalu. Kalau Kopwan SBW yang dikelola para wanita, ternyata bisa besar, tentu KSP Ikhtiar Sejahtera juga bisa. Begitulah tekad mereka. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/pemberdayaan-ukm-melalui-koperasi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sampai Agustus, 129 Orang Terima SBW Peduli</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/sampai-agustus-129-orang-terima-sbw-peduli.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/sampai-agustus-129-orang-terima-sbw-peduli.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 05:32:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[ 
Pria tua berkulit legam itu berjalan tertatih-tatih. Satu kakinya seakan berat untuk digerakan, tapi ia mencoba terus bergerak menuju lantai 2 Gedung III. Di ruang tersebut sudah nampak hampir separoh tempat duduk yang disediakan telah terisi. Pria itupun mencoba memilih tempat duduk yang mudah dijangkaunya. Bersama yang lain, iapun menunggu namanya dipanggil diruang tersebut.
Begitulah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/10/SBW-peduli.-jpg.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-704" title="SBW peduli. jpg" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/10/SBW-peduli.-jpg-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Pria tua berkulit legam itu berjalan tertatih-tatih. Satu kakinya seakan berat untuk digerakan, tapi ia mencoba terus bergerak menuju lantai 2 Gedung III. Di ruang tersebut sudah nampak hampir separoh tempat duduk yang disediakan telah terisi. Pria itupun mencoba memilih tempat duduk yang mudah dijangkaunya. Bersama yang lain, iapun menunggu namanya dipanggil diruang tersebut.<span id="more-703"></span></p>
<p>Begitulah sekilas yang ada di lantai 2 gedung III Kopwan SBW saat akan dilakukan pembagian bantuan dari SBW Peduli pada 25 Agustus lalu. Saat itu terdapat 62 orang yang akan mendapat bantuan dari SBW Peduli. Dari jumlah tersebut 20 orang mendapat santunan sebagai kaum du’afa, 13 Orang mendapat bantuan permodalan usaha dan 22 orang mendapat bantuan beasiswa dan bantuan pinjaman tanpa jasa (KPPK) sebanyak 7 orang.</p>
<p>Bapak Sugeng, pria tua yang pada satu tahun terakhir ini terkena strouk adalah salah satu penerima santunan. Semenjak sakit hingga sekarang, mantan pengemudi becak ini tidak bisa mencari nafkah. Sehingga untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, hanya istrinya yang mencari nafkah sebagai buruh cuci.</p>
<p>“Kadang-kadang juga dapat kiriman dari anak. Tapi habis untuk berobat. Kondisi anak saya juga susah. Jadi tidak mungkin saya <em>njagakno</em> mereka. Karena untuk hidup keluarganya saja sudah pas-pasan,” ujar pria 75 tahun dengan 3 putra yang semuanya sudah berkeluarga. Kendati kondisi demikian, menurut pria asal Kediri dan tinggal di Bendul Merisi sejak 1975 ini, ia tidak mendapat kartu Gakin. Sehingga ia juga tidak pernah mendapat jatah Raskin dan Jamkesmas saat ia sakit.</p>
<p>Pak Sugeng adalah salah satu warga masyarakat yang luput dari perhatian pemerintah. Terbukti dengan kondisinya saat ini, ia tidak terdata sebagai keluarga miskin (Gakin) sehingga iapun tidak mendapat bantuan beras (raskin). Kalaupun sakit, ia tetap harus membayar ketika berobat karena tidak mendapat Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Makanya ia begitu bersyukur ketika mendapat santunan dari Kopwan SBW. Meski nilainya tidak besar, setidaknya hal tersebut bisa menutup kebutuhan dalam satu bulan.</p>
<p>Dalam tahun ini, SBW Peduli mendapat anggaran sebesar Rp 160,4 juta. Sampai dengan Agustus telah tersalurkan  sebesar Rp  56,6 juta  pada 129 Orang. Adapun rinciannya untuk anggota yang PD dengan kondite baik 12 orang, KPPK 13 orang,  bantuan permodalan usaha 32 orang, beasiswa 31 orang, santunan 41 orang. Bantuan pada anggota yang PD tersebut dimaksudkan untuk membantu pemulihan kondisi ekonomi anggota tersebut. Harapannya setelah kondisi ekonominya mulai baik mereka bisa bergabung kembali dengan kelompoknya. Sehingga tidak sampai menjadi beban anggota dalam kelompok. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/sampai-agustus-129-orang-terima-sbw-peduli.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SBW Up Date Kemampuan Rias Pengantin</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-up-date-kemampuan-rias-pengantin.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-up-date-kemampuan-rias-pengantin.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 06:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[Pengetahuan dan ketrampilan memang harus selalu di update, utamanya untuk mereka yang bergerak dibidang usaha jasa. Tak terkecuali dengan para perias pengantin, agar tidak ditinggalkan pelanggannya. Hal inilah diantara yang melatar belakangi diusulkannya pelatihan sanggul modern pada RA yang membahas RK-RAPB 2011.
Usulan yang telah disepakati dalam Rapat Anggota (RA) itupun kemudian dilaksanakan mulai 13 Juli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/07/web-IMG_8088.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-692" title="web IMG_8088" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/07/web-IMG_8088-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Pengetahuan dan ketrampilan memang harus selalu di update, utamanya untuk mereka yang bergerak dibidang usaha jasa. Tak terkecuali dengan para perias pengantin, agar tidak ditinggalkan pelanggannya. Hal inilah diantara yang melatar belakangi diusulkannya pelatihan sanggul modern pada RA yang membahas RK-RAPB 2011.<span id="more-691"></span></p>
<p>Usulan yang telah disepakati dalam Rapat Anggota (RA) itupun kemudian dilaksanakan mulai 13 Juli lalu. Boleh dikata pelatihan ini merupakan pengembangan dari pelatihan tata rias pengantin sebelumnya.  Tak mengherankan bila pesertanya juga banyak dari para perias. Atau paling tidak mereka telah terjun sebagai perias yang ikut pada teman yang lebih senior.</p>
<p>Pelatihan ini diikuti 150 anggota dengan 9 tutor yang dikoordinir oleh Ibu Sri Wahyuningsih dari kelompok 171. Ibu Bambang Abimono demikian panggilan akrab Ibu Sri Wahyuningsih, telah membagi peserta menjadi 3 kelas. Kemudian setiap kelas dibagi dalam kelompok-kelompok yang masing-masing beranggotakan 10 peserta. Masing-masing kelompok tersebut dibimbing langsung oleh 1 tutor.</p>
<p>“Seperti kelompok tanggung renteng yang kita laksanakan setiap bulan itu lho bu. Jadi ya… harus ada penanggung jawabnya atau ketua kelompok.  Lalu ada juga PPL nya yang dalam hal ini para tutor. Dengan kita buat berkelompok, proses pembelajaran akan menjadi lebih mudah. Karena setiap kelompok akan didampingi langsung oleh 1 tutor,” papar Ibu Bambang Abimono dihadapan peserta sebelum dimulainya pelatihan.</p>
<p>Dalam kegiatan yang dilaksanakan di gedung II SBW ini, peserta mendapatkan pelatihan 15 jenis sanggul modern ditambah satu sanggul tradisional.  Tentu saja, hal tersebut membuat peserta pelatihan semakin antusias. Begitu antusiasnya, sampai-sampai waktu yang disediakan dirasa sangat kurang. Padahal dalam pelatihan tersebut, Ibu Bambang selalu memberi penekanan pada ketepatan waktu. Hal ini selalu disampaikan terus menerus oleh Ibu Bambang untuk melatih peserta agar efesien dalam menggunakan wakut. Karena memang seperti itulah tuntutan untuk bisa menjadi perias professional.</p>
<p>Dengan dilangsungkannya pelatihan tersebut, Gedung II SBW lantai 2 menjadi tidak pernah sepi anggota. Selama 8 hari, ruangan yang biasanya digunakan untuk pertemuan PPL itu dipenuhi anggota yang sedang melatih ketangkasan tangan dalam menata rambut. Rambut kepala boneka telah mereka jadikan sasaran praktek menata rambut. Namun ada juga beberapa, yang menggunakan  orang sungguhan. Pelatihan inipun kemudian ditutup dengan ujian untuk melihat seberapa banyak materi yang telah terserap. Ujian ini juga sebagai indicator  tingkat kemampuan dari masing-masing peserta. Mereka yang punya nilai bagus tentu akan banyak diajak oleh teman yang telah dapat order. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-up-date-kemampuan-rias-pengantin.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tumpengan Tepat 30 Mei</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/tumpengan-tepat-30-mei.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/tumpengan-tepat-30-mei.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 03:33:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[
30 Mei 1978, saat itulah Kopwan SBW mendapatkan Badan Hukum. Tanggal itu pula yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal kelahiran Kopwan SBW dan diperingati setiap tahun. Biasanya puncak peringatan diadakan pada tanggal 30 atau pada hari libur yang berdekatan dengan tanggal tersebut. Tapi untuk tahun ini puncak peringatan justru diadakan pada 22 Mei yang dihadiri ribuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_7396-web.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-668" title="IMG_7396 web" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_7396-web-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>30 Mei 1978, saat itulah Kopwan SBW mendapatkan Badan Hukum. Tanggal itu pula yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal kelahiran Kopwan SBW dan diperingati setiap tahun. Biasanya puncak peringatan diadakan pada tanggal 30 atau pada hari libur yang berdekatan dengan tanggal tersebut. Tapi untuk tahun ini puncak peringatan justru diadakan pada 22 Mei yang dihadiri ribuan anggota.<span id="more-667"></span></p>
<p>Tapi rasanya tidak afdol kalau pada tanggal 30 Mei tidak ada peringatan apa-apa. Untuk itulah tepat tanggal 30 Mei, diadakan tumpengan yang dihadiri Pengurus, Pengawas, PPL, Panitia HUT dan Karyawan. Acara tumpengan yang digelar sebagai rasa syukur tersebut diadakan setelah jam kerja. Tapi sebelum tumpeng dipotong, didahului dengan acara siraman rohani.</p>
<p>Kalau sore digelar tumpengan, siangnya dilaksanakan penyerahan bea siswa kepada 44 putra-putri anggota yang berperstasi. “Kepada penerima bea siswa, semoga ini bisa menjadi pendorong semangat untuk mencapai kesuksesan. Kalau nanti sudah lulus dan sudah punya penghasilan diharapkan bisa menjadi anggota SBW bagi yang perempuan. Sedang bagi yang laki-laki nantinya bisa mendorong istrinya untuk menjadi anggota Kopwan SBW. Artinya, kedepan SBW akan punya kader-kader yang berkualitas,” ujar Ibu Chandra, Wakil Ketua I dalam kata sambutannya.</p>
<p>Selain penyerahan bea siswa, pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan modal usaha untuk 12 mantan anggota SBW. Sebetulnya yang diajukan kelompok untuk menerima bantuan modal ini sebanyak 29 orang. Tapi setelah dilakukan survey oleh Tim SBW Peduli, ternyata yang layak menerima hanya 12 orang. Satu diantaranya yang tidak layak menerima bantuan modal adalah yang diusulkan kelompok 357. Karena setelah disurvey, ternyata rumahnya dikawasan elit Bukit Palma. Bahkan dari pengakuannya ia juga mempunyai 6 ha tambak.</p>
<p>Kepada penerima bantuan modal usaha ini, Ibu Chandra berharap semoga usahanya semakin maju. “Ibu-ibu ini keluar dari keanggotaan karena tidak mau merepotkan teman-temannya dikelompok. Jadi nanti kalau usahanya sudah maju, bisa bergabung lagi dalam kelompok. Sehingga ibu-ibu bisa memanfaatkan kembali berbagai fasilitas pinjaman di SBW untuk kemajuan usahanya. Harapannya dengan berbagai fasilitas dari koperasi tersebut bisa mengangkat kesejahteraan anggota. Jangan sebaliknya,” tukasnya.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut juga diumumkan juara lomba design batik seragam PJ. Untuk juara pertama dimenangkan oleh Ibu Tjiplies Puji Lestari (klp 462) dengan hadiah Rp1,5 juta. Sedang pemenang kedua oleh Ibu Yuli Triani (klp 176) dengan hadiah Rp 1 juta.  Pemenang ketiganya Ibu Tatik Khaula (klp 188) dengan hadiah Rp 750 ribu. Sesuai dengan kesepakatan, hasil karya pemenang pertama yang akan dipakai sebagai motif seragam PJ. (gt)</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="319" valign="top"></td>
<td width="319" valign="top">Beasiswa   untuk putra-putri anggota</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/tumpengan-tepat-30-mei.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SBW Show of Force</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-show-of-force.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-show-of-force.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 03:19:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=663</guid>
		<description><![CDATA[
Peringatan kelahiran Kopwan SBW tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena baru kali inilah, seluruh anggota Kopwan SBW yang jumlahnya hampir 11 ribu itu dihadirkan dalam satu tempat. Tak pelak, pada 22 Mei lalu, jalan dan lapangan Makodam V Brawijaya dipenuhi anggota.
Biasanya puncak acara peringatan HUT Kopwan SBW diselenggarakan pada 30 Mei atau pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/07/sajian-1-06-web.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-664" title="sajian 1  06 web" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2011/07/sajian-1-06-web-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><em>Peringatan kelahiran Kopwan SBW tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena baru kali inilah, seluruh anggota Kopwan SBW yang jumlahnya hampir 11 ribu itu dihadirkan dalam satu tempat. Tak pelak, pada 22 Mei lalu, jalan dan lapangan Makodam V Brawijaya dipenuhi anggota.<span id="more-663"></span></em></p>
<p>Biasanya puncak acara peringatan HUT Kopwan SBW diselenggarakan pada 30 Mei atau pada hari libur disekitar tanggal tersebut. Tapi peringatan tahun ini nampaknya beda. Puncak acara justru diselenggarakan jauh hari sebelum 30 Mei. Hal ini terjadi karena adanya penyesuaian jadwal dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Tentu saja ini terkait dengan janji Bp Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jatim yang hadir pada peringatan HUT ke 32 lalu. Saat itu Gus Ipul, demikian panggilan akrabnya  ingin menghadirkan seluruh anggota Kopwan SBW pada peringatan HUT yang ke 33.</p>
<p>Janji itupun, dibuktikan dengan dukungan dalam pembiayaannya. Bahkan dalam kepanitiaan peringatan HUT tersebut, Bp Soekarwo, Gubernur Jatim sebagai pelindung  dan Gus Ipul sebagai Ketua. Itulah sebabnya, kedua pejabat tinggi Jawa Timur inipun memastikan hadir pada puncak acara yang mengusung tema “Mlaku Bareng Pakde Karwo”. Sesuai dengan rencana, jalan sehat itupun diberangkatkan oleh Pade Karwo yang didampingi Gus Ipul dan Bp. Mayjend TNI Gatot Normantyo,Pangdam V Brawijaya. Para pejabat tinggi Jawa Timur ini juga didampingi para istri, ada Ibu Nina Soekarwo, Ibu Fatma Saifullah Yusuf, dan Ibu Gatot Nurmantyo</p>
<p>Meski pelaksanaan puncak acara tidak dilaksanakan tepat pada hari kelahiran Kopwan SBW, tapi suasananya sangat dirasakan istimewa. Bagaimana tidak, baru kali inilah seluruh anggota Kopwan SBW bisa dihadirkan dalam moment peringatan HUT. Tidak tanggung-tanggung, acara inipun dihadiri oleh pejabat tinggi di Jawa Timur. “Sepanjang sejarah perjalanan Kopwan SBW, inilah peringatan HUT terbesar dan teristimewa,” tukas Ibu Sadjim, Ketua Kopwan SBW dalam kata sambutannya.</p>
<p>Decak kagumpun sempat terlontar dari para pejabat tinggi Jawa Timur begitu melihat lautan anggota di Jl Makodam  yang akan mengikuti jalan sehat. Apalagi ketika mendengar gemuruh yel-yel SBW dipekikan anggota. Bagaimana kabarnya hari ini ? “Luar Biasa” pekik anggota sambil mengepalkan tangan keatas. SBW..? “ Jaya”… Tanggung renteng…”Pasti”, di tanggung renteng “No way” pekik serentak ribuan anggota Kopwan SBW.</p>
<p>Ribuan anggota yang mengenakan kaus putih berkrah merah bergambar Pak De Karwo dan Gus Ipul bertuliskan HUT ke 33 Kopwan SBW itupun mulai bergerak begitu bendera start dikibarkan Bp Soekarwo, Gubernur Jatim. Begitu peserta jalan sehat meninggalkan start, saat itulah logo PT.Semen Gersik terlihat dipunggung peserta. Karena memang 10 ribu lebih kaos tersebut merupakan sponsor dari PT. Semen Gersik.</p>
<p>Sementara ribuan peserta jalan sehat bergerak meninggalkan start, sebagian justru bergerak mendekat ke panggung pemberangkatan jalan sehat. Merekapun berebut untuk bisa mendekat dan bersalaman dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim yang berdiri diatas panggung tersebut. Bahkan diantaranya mengambil kesempatan untuk bisa berfoto bersama para pejabat tinggi Jawa Timur yang hadir.</p>
<p>Jalan sehat yang diberangkatkan pada pukul 6 pagi itu melewati route Jl Mastrip dan finis di lapangan Makodam V Brawijaya. Di garis finis, petugas dari Dinas Pemuda dan Olah Raga yang membawa kotak kupon door price telah siap menerima kupon doorprice dari peserta. Doorprice yang disediakan pada peringatan HUT ke 33 yang diselenggarakan pada 22 Mei itu juga terasa istimewa. Diantaranya ada 2 sepeda motor Honda Spacy yang merupakan sponsor dari Honda. Ada juga TV, lemari es, sepeda gunung dan hadiah hiburan lainnya.</p>
<p>Begitu memasuki lapangan, peserta jalan sehat langsung menyerbu tempat pembagian konsumsi yang merupakan sponsor dari Esia. Pendek kata, pembiayaanya pelaksanaan peringatan HUT kali ini,  tak lepas dari sponsor.  Perusahaan yang menjadi sponsor diantaranya PT Indofood Sukses Makmur,  perusahaan operator seluler Esia, PT. Semen Gersik, Honda, Sari Roti, An line.</p>
<p>“Jangan dimakan dulu bu, karena nanti ada acara makan nasi krawu bersama Gus Ipul,”  himbau Pak Insyaf, MC kocak dari atas panggung hiburan. Tentu saja himbauan tersebut tidak dihiraukan oleh peserta jalan sehat karena mereka sudah lapar. Sementara Insyaf  dan crew bercuap-cuap dengan tingkah kocaknya diatas panggung, pesertapun terus menyantap nasi krawu yang telah disediakan. Ada yang duduk lesehan bergerombol didekat panggung, ada yang memenuhi tenda untuk menghindari sinar matahari yang mulai terik.</p>
<p>Sinar matahari pukul 7 itu, memang sudah terasa terik. Tapi anggota Kopwan SBW seakan tak peduli. Mereka tersebar memenuhi lapangan sambil menunggu pembagian doorprice. Sebagian lagi jalan-jalan melihat dan membeli makanan, minuman dan barang-barang yang dijajakan di stand bazaar. Sebagian lagi ada yang melakukan pemerkisaan kesehatan gratis.</p>
<p>Waktupun terus merangkak siang, acara yang dinantikanpun tiba dengan diawali sambutan dari Ketua Kopwan SBW kemudian dilanjutkan sambutan dari Bp Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jatim. Seperti biasa Gus Ipul dalam sambutannya penuh dengan humor yang mengundang tawa peserta. Apalagi ditumpangi dengan tingkah pola Insyaf yang kocak membuat suasana semakin seru. Sehingga sengatan matahari seakan tak terasa.</p>
<p>Saat itu, Gus Ipul juga didaulat untuk bernyanyi.  Tak mau bernyanyi sendiri, Gus Ipul mengajak Bp Gatot, Pangdam V Brawijaya ikut bernyanyi bersama. Sementara anggota yang yang memadati depan panggung mengiringinya dengan berjoget ria. Suasana kemudian berubah hikmat ketika group paduan suara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara berdendang bersama Gus Ipul inipun kemudian berlanjut dengan pembagian hadiah utama berupa Honda Spacy.  Hadiah utama ini dimenangkan oleh Ibu Evi Erdiana Kelompok 520 diserahkan oleh Bp Gatot Normantyo,Pangdam V Brawijaya.</p>
<p>Satu hadiah utama memang sudah dibagikan diawal acara hiburan. Tapi lapangan masih tetap padat oleh anggota. Karena masih banyak hadiah menarik lainnya dan satu sepeda motor yang belum dibagikan. Sehingga walaupun matahari semakin terik, anggota masih enggan meninggalkan lapangan. Satu per satu hadiah dibagikan diiringi suara dan tingkah kocak Insyaf. Lagu demi lagu juga didendangkan  Putri yang dikenal dengan goyang kayang diiringi  Master Band.</p>
<p>Sampai pukul 10 siang, doorprice belum habis dibagikan, padahal sengatan matahari semakin panas. Anggotapun mulai mencari tempat-tempat yang lebih teduh menanti nasib barangkali bisa membawa pulang sepeda motor Honda. Mendekati pukul 11 siang, hadiah utama mulai diundi yang akhirnya dimenangkan Ibu Suryani dari kelompok 415.  Begitu hadiah utama sudah dibagikan, anggotapun mulai berduyun-duyun meninggalkan tempat.  (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-show-of-force.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

