<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Setia Bhakti Wanita</title>
	<atom:link href="http://www.setiabhaktiwanita.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.setiabhaktiwanita.com</link>
	<description>Berkembang dengan Derap Kebersamaan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Aug 2010 04:33:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pelatihan Makrame Untuk Anggota</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/pelatihan-makrame-untuk-anggota.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/pelatihan-makrame-untuk-anggota.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 09:15:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/pelatihan-makrame-untuk-anggota.html</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, setiap tahun Kopwan SBW selalu mengadakan pelatihan ketrampilan untuk anggota. Sedang jenis pelatihannya bergantung pada permintaan anggota yang telah disepakati dalam rapat anggota membahas RK-RAPB. Seperti pada tahun ini, salah satu ketrampilan yang disepakati anggota adalah pelatihan macramé dari tali kur. Pelatihan ini diikuti 208 anggota yang dibagi dalam 8 kelas. Sedang pelaksanaanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2010/08/makram.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-483" title="makram" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2010/08/makram-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Seperti biasa, setiap tahun Kopwan SBW selalu mengadakan pelatihan ketrampilan untuk anggota. Sedang jenis pelatihannya bergantung pada permintaan anggota yang telah disepakati dalam rapat anggota membahas RK-RAPB. Seperti pada tahun ini, salah satu ketrampilan yang disepakati anggota adalah pelatihan macramé dari tali kur. Pelatihan ini diikuti 208 anggota yang dibagi dalam 8 kelas. Sedang pelaksanaanya dimulai pada 20 hingga 29 Juli di Kopwan SBW.<span id="more-481"></span></p>
<p>Dalam pelatihan jenis ketrampilan yang tergolong kuno ini, peserta dipandu oleh Ibu Donata anggota kelompok  440  beserta 6 stafnya. Setiap hari mereka membuka 4 kelas di gedung II dan III Kopwan SBW lantai 2. Tak pelak diruang tersebut menjadi ramai karena setiap ruang diisi oleh 25 peserta dengan kesibukannya merangkai tali. Selama 3 hari para peserta ditarget untuk bisa menyelesaikan rangkaian talinya menjadi sebuah tas.</p>
<p>Tidak mudah memang bagi anggota yang baru pertama kali mengenal kerajinan macramé untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Tak mengherankan, meski pelatihan sudah berlangsung selama 3 hari, ternyata tidak banyak yang bisa menyelesaikannya. Padahal sebagian dari mereka, ada juga yang mencoba menyelsaikannya pada waktu luangnya dirumah. “Kata Ibu Donata, untuk yang sudah terampil bisa menyelesaikan sebuah tas butuh waktu selama 2 sampai 3 hari. Makanya kita nggak selesai-selesai walaupun sudah saya lanjutkan di rumah,” ujar salah satu peserta memberi alasan kenapa pekerjaannya belum diselesaikan.<br />
Dalam pelatihan itu, Ibu Donata juga memberi gambaran tentang peluang usaha untuk kerajinan macramé. Menuruntnya peluang usaha untuk kerajinan ini masih terbuka, karena masih jarang yang melakukannya. Pada kesempatan tersebut Ibu Donata juga memamerkan beberapa hasil karyanya yang berupa beberapa jenis tas. Diantaranya ada yang telah dibandrol Rp 150 ribu. Pembuatan jenis tas itulah yang diajarkan kepada anggota Kopwan SBW.</p>
<p>Sekilas tentang macramé. Makrame adalah seni membuat simpul dekoratif. Dengan menggunakan serangkaian simpul tali untuk menghasilkan berbagai pola  atau ornamen hias. Kerajinan membuat makrame ini merupakan seni yang sudah sangat kuno. Umurnya sudah ratusan tahun. Diperkirakan seni ini bermula dari Timur Tengah. Konon sekitar 900 tahun sebelum Masehi, para prajurit di daerah itu mengenakan tunik berhias simpul-simpul. Oleh karena simpul-simpul hias  itu memang indah, banyak orang yang menirunya. Jadilah seni makrame yang kita kenal sekarang dan berkembang ke berbagai negara.</p>
<p>Pada zaman Ratu Victoria dari Inggris, para wanita bangsawan dan para remaja sangat menyukai hasil kerajinan ini. Juga para pelaut yang sangat mahir membuat beraneka simpul untuk tali layarnya, membuat kerajinan ini untuk mengisi waktu luangnya selama berlayar. Hasil kerajinan ini mereka jual di pasar-pasar atau ditukarkan dengan cendera mata pada saat kapal mereka berlabuh di suatu tempat baru. Itu sebabnya karya seni makrame yang terindah terdapat di museum-museum bahari.</p>
<p>Selama beberapa tahun, seni ini sempat menghilang, kemudian baru muncul kembali sekitar akhir abad lalu. Penggemarnya semakin bertambah hingga kini. Makrame dapat dijadikan apa saja, mulai dari perhiasan seperti kalung, gelang, ikat pinggang, maupun gantungan pot sampai gantungan kunci, hiasan dinding dan penyekat ruangan. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/pelatihan-makrame-untuk-anggota.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SBW Terima Penghargaan Koperasi Berprestasi</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-terima-penghargaan-koperasi-berprestasi.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-terima-penghargaan-koperasi-berprestasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 07:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Berprestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Peringatan Hari Koperasi ke 63 yang dipusatkan di Surabaya – Jawa Timur menjadi istimewa bagi Kopwan Setia Bhakti Wanita. Bagaimana tidak, pada peringatan Harkop yang diselenggarakan di halaman Makodam V Brawijaya itu, Kopwan Setia Bhakti Wanita menerima penghargaan sebagai koperasi berprestasi. Dalam hal ini Kopwan Setia Bhakti Wanita menempati peringkat I untuk jenis koperasi jasa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_4145.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-465" title="IMG_4145" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_4145-300x223.jpg" alt="Penghargaan Koperasi Berprestasi " width="300" height="223" /></a>Peringatan Hari Koperasi ke 63 yang dipusatkan di Surabaya – Jawa Timur menjadi istimewa bagi Kopwan Setia Bhakti Wanita. Bagaimana tidak, pada peringatan Harkop yang diselenggarakan di halaman Makodam V Brawijaya itu, Kopwan Setia Bhakti Wanita menerima penghargaan sebagai koperasi berprestasi. Dalam hal ini Kopwan Setia Bhakti Wanita menempati peringkat I untuk jenis koperasi jasa. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bp. Syarief Hasan, Mentri Koperasi dan UMKM RI.<span id="more-462"></span></p>
<p>Program kegiatan pemeringkatan dan penilaian koperasi berprestasi ini merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan Kementerian Koperasi sejak 2007. Tujuan dari program ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa banyak sekali koperasi yang maju dan berkembang di sekitar kehidupan masyarakat. disamping itu program ini juga dalam rangka meningkatkan kinerja dan memberikan motivasi kepada gerakan koperasi agar dapat berfungsi dengan baik sebagai lembaga ekonomi.</p>
<p>Pemeringkatan dan penilaian koperasi tahun ini dilakukan pada sekitar 12.000 koperasi di Indonesia.  Untuk melakukan pemeringkatan dan penilaian tersebut ada beberapa kriteria yang menjadi tolok ukurnya yaitu konsistensi koperasi dalam menjalankan prinsip perkoperasian. Sebuah koperasi yang menerapkan prinsip perkoperasian akan menjalankan dan mengembangkan koperasi berdasarkan prinsip demokrasi, pengelolaan yang transparan, menerapkan prinsip keanggotaan yang bersifat sukarela dan terbuka bagi siapa saja yang berkeinginan menjadi anggota koperasi.</p>
<p>Dari hasil pemeringkatan dan penilaian tersebut, Kopwan Setia Bhakti Wanita yang kini anggotanya hampir 11 ribu perempuan itu menempati peringkat I. Penghargaan yang disampaikan pada saat peringatan Harkop ke 63 itu, diterimakan langsung kepada Ibu Darmiati Sudjono Sadjim, Ketua I Kopwan Setia Bhakti Wanita. Disamping penghargaan pada koperasi berprestasi, pada peringatan Harkop itu juga diserahkan penghargaan pada tokoh pemberdayaan koperasi, Bhakti Koperasi, Satya Lencana Wira Karya dan Satya Lencana Pembangunan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Mentri Koperasi dan UMKM menyampaikan, hingga Maret 2010 jumlah koperasi di Indonesia sebanyak 175.102 koperasi dengan jumlah anggota 29.124 juta. Sedang volume usaha sebesar Rp 77,514 triliun, serta modal sendiri sebesar Rp 30,656 triliun. Capaian tersebut bila di bandingkan dengan tahun 2008, maka terdapat peningkatan jumlah koperasi sebesar 13%, peningkatan jumlah anggota sebesar 6,61%, peningkatan volume usaha 13,25% dan peningkatan jumlah modal sendiri meningkat 35,88%. Ini menunjukkan bahwa gerakan koperasi telah dapat memberikan kontribusi yang baik bagi perekonomian nasional Indonesia.</p>
<p>Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya mengkritisi keberadaan koperasi saat ini &#8220;Sebagian, terus terang, belum baik. Sebagian koperasi belum maju karena mengalami masalah dalam hal manajemen dan sumber daya manusia. Sejumlah koperasi tidak memiliki sumber daya manusia yang mampu mengelola koperasi dengan baik. Permodalannya juga sering belum mencukupi,&#8221; ungkap presiden.</p>
<p>Lebih lanjut juga disampaikan, koperasi  sering mengalami masalah teknis dalam memasarkan produk yang dihasilkan. Di sisi lain, produk-produk tersebut seringkali tidak bisa bersaing dengan produk industri. Sementara terkait kesejahteraan anggota koperasi yang relatif rendah, dikatakannya karena belum adanya sistem penglolaan sisa hasil usaha yang baik. Tapi disisi lain, beberapa koperasi juga sudah berhasil dan mampu mensejahterakan anggota, sekaligus menguatkan perekonomian nasional. Oleh karena itu, gerakan koperasi di Indonesia tetap relevan di tengah sistem perekonomian global. &#8220;Koperasi masih tetap penting,&#8221; kata kepala negara.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut Presiden juga memaparkan tentang 4 hal yang berpengaruh dan menjadikan koperasi punya peran penting serta diperlukan pada masa era global seperti sekarang ini. Dikatakannya, empat hal tersebut adalah, koperasi berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, koperasi sebagai pengaman pada saat masa krisis ekonomi, koperasi mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran dan koperasi bisa meningkatkan perekonomian bangsa. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-terima-penghargaan-koperasi-berprestasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebersamaan Harga Mati</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/kebersamaan-harga-mati.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/kebersamaan-harga-mati.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 08:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Kalau di Indonesia ada Lembaga Pendidikan Perkoperasian atau yang lebih dikenal dengan Lapenkop. Di Malayasia juga ada lembaga sejenis. Bahkan peserta pelatihannya didatangkan dari berbagai negara. Dengan difasilitasi oleh lembaga ini, para peserta dari berbagai negara tersebut bisa saling bertukar pikiran.
Pada Mei lalu, 2 staf pengajar dari lembaga tersebut berkunjung ke SBW dengan didampingi Staf [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2010/06/papua.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-460" title="Kunjungan papua" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2010/06/papua-300x225.jpg" alt="PApua, Kunjungan, studi banding, malaysia" width="300" height="225" /></a>Kalau di Indonesia ada Lembaga Pendidikan Perkoperasian atau yang lebih dikenal dengan Lapenkop. Di Malayasia juga ada lembaga sejenis. Bahkan peserta pelatihannya didatangkan dari berbagai negara. Dengan difasilitasi oleh lembaga ini, para peserta dari berbagai negara tersebut bisa saling bertukar pikiran.<br />
Pada Mei lalu, 2 staf pengajar dari lembaga tersebut berkunjung ke SBW dengan didampingi Staf dari PUSKUD Jatim. Pada awalnya memang Lapenkopnya Malaysia ini berkunjung ke PUSKUD Jatim. Perkenalan itu berawal dari undangan dari lembaga tersebut kepada PUSKUD untuk mengikuti pelatihan di Malaysia. Sebagai tindak lanjut dari itu, lembaga tersebut mengirim 2 staf pengajarnya untuk berkunjung ke Jawa Timur. Oleh Puskud, kedua orang tersebut diajak berkunjung ke Kopwan SBW sebagai koperasi wanita terbesar di Jawa Timur.<br />
Tujuan dari kunjungan ini, untuk memperkenalkan program pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga ini. Pelatihan ini diselenggarakan setiap tahun dengan peserta dari berbagai negara. Setiap negara diwakili oleh 2 orang. Sedang pembiayaan sepenuhnya ditanggung oleh Malaysia. Pada tahun lalu, dari Indonesia diwakili dari Puskud Jatim. Karena pelatihan ini diikuti oleh berbagai negara, maka persyaratan utama sebagai peserta harus bisa berbahasa Inggris.<span id="more-447"></span><br />
Masih dibulan Mei, SBW juga mendapat kunjungan dari Komisi B DPRD Papua Barat. Kunjungan tersebut berawal ketika rombongan ini bertemu dengan Gubernur Jatim yang menjelaskan tentang gerakan koperasi di Jawa Timur. Dari penjelasan itulah rombongan ingin melihat langsung kenyataan dilapangan diantaranya ke SBW.<br />
“Bapak gubernur tadi menjelaskan, di Jawa Timur ada Koperasi Wanita yang cukup maju. Makanya kami langsung ingin melihat SBW sebagai study banding. Hasil kunjungan ini akan kami bawa ke Papua untuk menggerakan koperasi disana. Kita akan coba di Papua untuk membentuk koperasi yang beranggotakan kaum hawa,” ujar Bp Obeth Ayok, Ketua Komisi B DPRD Papua Barat.<br />
“Kenapa koperasi bisa besar seperti SBW ini ? nampaknya kebersamaan telah menjadi harga mati di SBW. Tapi saya yakin kebersamaan itu hanyalah salah satunya dan tentu masih banyak lagi kunci-kuncinya. Tapi yang jelas ini sangat mengagumkan. Ada budaya yang beda dengan di Papua. Kalau di SBW perempuan diberi kebebasan untuk berkreasi dan berkarya. Sementara di Papua, perempuan memang diberi kebebasan dalam urusan domestik. Tapi kalau sudah memasuki ranah formal yang bisa membawa keuntungan, justru dibatasi. Nampaknya para lelaki tak ingin tersaingi oleh perempuan,” papar salah satu peserta.<br />
Sementara itu dipertengahan Mei, SBW juga mendapat kunjungan dari KPRI Bhineka Karya Pamekasan. Rombongan ini berkunjung ke SBW setelah melihat tayangan di televisi tentang SBW. Rombongan dari koperasi yang beranggotakan para guru dan PNS Pemkab pamekasan ini kagum pada kinerja SBW dengan omset yang miliaran rupiah dan anggota yang 10 ribu lebih.<br />
Berbeda dengan tamu pada umumnya, tamu dari Pamekasan ini justru mendahului dengan mengirimkan quistioner pada pengurus. Diantaranya yang ditanyakan tentang masalah keuangan. “Kami memang menerapkan sistem potong gaji. Tapi ternyata hal itu belum menjamin angsuran bisa lancar. Karena kita kalah dengan juru tagih bank,” ujar Bp Nawir, Ketua KPRI Bhineka Karya.<br />
Mendapat pernyataan tersebut, Ibu Sadjim, Ketua I Kopwan SBW menjelaskan sekilas tentang sistem tanggung renteng. Dari paparan tersebut, peserta semakin penasaran. Karena dari pengalaman mereka bukan kelompok yang menyebabkan amannya asset. Terbukti program P2KP yang menggunakan kelompok juga tidak jalan. Memang permasalahannya bukan hanya kelompok tapi bagaimana mengelola kelompok. Dalam hal ini SBW menawarkan sistem tanggung renteng.<br />
Sedang diawal Juni, SBW mendapat kunjungan dari Koperasi Bhakti Artha Swadana Surabaya. Koperasi ini dibawah Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Jatim dengan 2.500 anggota yang tersebar diseluruh Jatim. “Koperasi kami mengelola asset Pemprop yang diserahkan dalam bentuk yayasan,” ujar Bp Mayun, Ketua Koperasi Bhakti Artha Swadana.<br />
Seperti juga tamu lainnya, mereka penasaran dengan apa yang telah dicapai SBW utamanya tentang sistem tanggung renteng. Dari hasil diskusi dengan waktu yang sangat terbatas, akhirnya mereka sepakat untuk mengikuti program pelatihan sistem tanggung renteng yang ditangani oleh LC SBW. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/kebersamaan-harga-mati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gus Ipul Kesengsem SBW</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/gus-ipul-kesengsem-sbw.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/gus-ipul-kesengsem-sbw.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 08:31:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ipul Kesengsem SBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=446</guid>
		<description><![CDATA[Peringatan HUT ke 32 Kopwan SBW yang diselenggarakan pada 30 Mei lalu memang terasa beda. Karena acara tersebut dihadiri Bp Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jatim. Pada kesempatan itu Gus Ipul, demikian panggilan akrab Wagub Jatim ini meminta agar seluruh anggota SBW hadir pada HUT ke 33.
Kata sambutan, biasanya dirasakan membosankan, apalagi bila disampaikan dengan berpanjang-panjang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2010/06/HUT-32.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-457" title="HUT 32" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2010/06/HUT-32-300x225.jpg" alt="HUT Koperasi, Gus Ipul, Saifullah Yusuf, Wagub JAtim" width="300" height="225" /></a>Peringatan HUT ke 32 Kopwan SBW yang diselenggarakan pada 30 Mei lalu memang terasa beda. Karena acara tersebut dihadiri Bp Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jatim. Pada kesempatan itu Gus Ipul, demikian panggilan akrab Wagub Jatim ini meminta agar seluruh anggota SBW hadir pada HUT ke 33.<br />
Kata sambutan, biasanya dirasakan membosankan, apalagi bila disampaikan dengan berpanjang-panjang. Tapi tidak demikian pada peringatan HUT ke 32 Kopwan SBW yang diselenggarakan di gedung wanita Chandra Kirana- Kalibokor. Suasananya penuh dengan gelak tawa. Apalagi ketika yang menyampaikan Gus Ipul, waktupun serasa pendek. Bahkan ketika Wagub Jatim ini akan meninggalkan tempat acara, anggotapun masih mencegat untuk meminta pernyataannya. Tak pelak, mantan Menteri IDT inipun menegaskan kembali komitmennya seperti disampaikan dalam kata sambutan.<br />
Ditengah kerumunan anggota, Gus Ipul kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan HUT ke 33 Kopwan SBW lebih semarak. Dalam hal ini Gus Ipul meminta seluruh anggota SBW yang berjumlah 10 ribu lebih itu untuk hadir semua. Sehingga diperkirakan acara yang akan dihelat pada tahun depan itu bisa dihadiri 15 ribu orang. “Jadi semua anggota yang sepuluh ribu lebih itu harus hadir. Nanti akan kita hadirkan pula dari koperasi-koperasi lain yang ada di Jawa Timur ini. Ya.. nanti SBW kita pamerkan pada mereka sebagai motivasi dalam berkoperasi,” tandas Gus Ipul.<span id="more-446"></span><br />
Komitmen ini berawal dari sambutan Ibu Sadjim yang menyampaikan bahwa anggota yang hadir dalam acara HUT itu adalah wakil-wakil dari kelompok. “Inilah keluarga besar Kopwan SBW. Dan yang hadir saat ini baru 5 % nya. Kalau semua anggota dihadirkan, kita kesulitan mencari tempat,” kata Ibu Sadjim dalam sambutannya. Pernyataan itulah yang nampaknya membuat Bp Syaifullah Yusuf, Wagub Jatim semakin penasaran pada Kopwan SBW. Akhirnya saat menyampaikan sambutan, tercetuslah ide untuk menghadirkan seluruh anggota SBW pada HUT ke 33.<br />
“Nanti acaranya kita awali dengan jalan sehat bersama. Saya juga akan minta sama Pakde (Bp Soekarwo, Gubernur Jatim-red) untuk hadir dan jalan bersama-sama dengan anggota. Karena acaranya ini besar, maka persiapanya harus matang. Kalau bisa persiapannya setahun sebelumnya,” tandas Gus Ipul dalam sambutannya.<br />
Mendengar gagasan besar ini, anggota mulai gaduh dan menyambutnya dengan gembira. Tapi sebagian ada juga yang mulai berfikir tentang biaya. Karena sudah jelas, acara tersebut akan membutuhkan biaya sangat besar. Kalau hal itu dibebankan pada SBW, tentu akan menguras SHU. Akhirnya ada salah satu anggota bersuara dan Gus Ipul juga memberi kesempatan untuk maju berbicara. Saat itulah anggota tersebut menyampaikan tentang biaya konsumsi untuk 15 ribu orang yang kalau harus ditanggung SBW akan sangat memberatkan.<br />
Mendengar keluhan anggota tersebut, Gus Ipul tertawa dan mencoba menghitung dengan tafsiran Rp 10 ribu per orang. “Wis, ta… Rp 10 ribu per orang mosok gak cukup… cukup yo. Jadi tinggal kalikan saja dengan 15 ribu. Nanti saya yang keliling mencarikan sponsor,” tukasnya disambut tawa gembira anggota.<br />
Ternyata, anggota belum merasa puas dengan pernyataan tersebut. “Opo maneh..?” tanya Gus Ipul menanggapi kegaduhan anggota yang nampaknya akan mengajukan permintaan baru. Benar saja, anggota minta agar kaos untuk 15 ribu orang juga ditanggung. Permintaan inipun juga disanggupi oleh Gus Ipul. “Nanti kaos bagian depan tulisannya SBW tapi bagian belakang sponsor. Bagaimana,… nggak apa-apa kan ?,” tanyanya yang disambut kata setuju oleh anggota.<br />
“Wis tak mareni wae pidatoku (saya sudahi saja pidato ini-red). Soalnya tambah lama, permintaanya akan nambah lagi,” canda Gus Ipul yang disambut tawa anggota.<br />
Nampaknya, Gus Ipul benar-benar jadi bintang pada acara HUT ke 32 Kopwan SBW. Wakil Gubernur Jatim ini, tidak hanya diminta untuk memberikan sambutan, tapi juga diminta untuk memotong tumpeng sekaligus memimpin do’a. “Baru kali ini, wakil gubernur disuruh mimpin do’a. Tapi gak opo-opo nanti amplopnya juga dobel,” canda Gus Ipul disambut tawa semua yang hadir.<br />
Sebelum memotong tumpeng, Gus Ipul memekikkan yel-yel SBW yang disambut secara serempak oleh seluruh anggota. “Seneng…. aku jadi kerasan disini,” kata Gus Ipul menanggapi kekompakan anggota dalam memekikkan yel-yel SBW. Hal ini pula yang membuat Gus Ipul semakin menguatkan komitmennya untuk menjadikan HUT ke 33 Kopwan SBW lebih semarak dengan menghadirkan 15 ribu orang.<br />
Peringatan HUT ke 32 Kopwan SBW selain dihadiri Wakil Gubernur Jatim juga menghadirkan Baby Yuwono yang memaparkan tentang inner beauty. Sedang untuk hiburan menampilkan Ary Sutedja, pianis dari Jakarta. Dalam penampilannya, Ary Sutedja dibantu Asep Hidayat yang memegang cello dan M. David sebagai visual art. Sayangnya penampilan mereka ini tidak banyak yang bisa menikmatinya. Karena anggota yang hadir dalam peringatan HUT ke 32 tersebut masih merasa asing  dengan musik klasik yang mereka mainkan. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/gus-ipul-kesengsem-sbw.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>32 Tahun</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/32-tahun.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/32-tahun.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 08:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>
		<category><![CDATA[32 Tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Tiga puluh dua tahun memang bukan waktu yang pendek dan bukan pula sebuah perjalanan yang tanpa terasa. Jelas, dalam tiga puluh dua tahun itu telah banyak diwarnai berbagai peristiwa dan kejadian. Senyum, tawa, tangis, jengkel, marah mengiringi berbagai peristiwa dan kejadian tersebut. Tapi itulah bumbu penyedap dalam kehidupan keluarga besar Kopwan SBW. Sehingga lembaga yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiga puluh dua tahun memang bukan waktu yang pendek dan bukan pula sebuah perjalanan yang tanpa terasa. Jelas, dalam tiga puluh dua tahun itu telah banyak diwarnai berbagai peristiwa dan kejadian. Senyum, tawa, tangis, jengkel, marah mengiringi berbagai peristiwa dan kejadian tersebut. Tapi itulah bumbu penyedap dalam kehidupan keluarga besar Kopwan SBW. Sehingga lembaga yang bernama Kopwan SBW dan berdiri sejak 1978 ini bisa dikagumi banyak pihak.<br />
Mendirikan, merawat dan mengembangkan Kopwan SBW menjadi seperti saat ini, tentu membutuhkan perjuangan yang tidak ringan. Dari Rp 300 ribu sebagai modal awal, kini telah menjadi seratus milyar lebih. Dari 35 anggota, kini menjadi 10 ribu lebih perempuan yang telah bergabung menjadi anggota Kopwan SBW. Dari awalnya hanya sekecamatan Gubeng, kini wilayahnya se Jawa Timur.  Capaian – capaian tersebut tentu telah banyak menguras tenaga, pikiran, dan waktu para pengelolanya.<br />
Begitu pula anggota yang berada dikelompok-kelompok. Eksistensi Kopwan SBW yang telah diakui banyak  pihak ini, tentu juga tidak lepas dari perjuangan para anggota untuk bisa mempertahankan eksistensi kelompoknya. Kuatnya Kopwan SBW ini karena ditopang oleh kuatnya kelompok-kelompok. Namun juga tidak bisa dipungkiri, perjalanan setiap kelompok, tentu juga tidak selalu mulus. Berbagai permasalahan anggota turut mewarnai kondisi kelompoknya. Menjadikan kelompok agat tetap stabil dimana hak dan kewajiban bisa terealisasi dengan baik, tentu juga butuh perjuangan dari anggota dalam kelompok tersebut.<span id="more-452"></span><br />
Hasil dari perjuangan  pengelola dan anggota  Kopwan SBW ini memang tidak sia-sia. Setidaknya, perjuangan tersebut telah berhasil menghantarkan Kopwan SBW untuk bisa mendapat pengakuan baik ditingkat regional, nasional bahkan internasional. Kini usia Kopwan SBW telah menapak ke 32 tahun. Akankah perjuangan berhenti sampai disini atau terus berlanjut hingga Kopwan SBW berjaya sepanjang masa dan bisa dinikmati dari generasi ke generasi ? Jawabnya tentu bergantung pada semua komponen yang ada dikeluarga besar Kopwan SBW. Jawaban tersebut tentu juga bukan hanya sebatas kata-kata. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/32-tahun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejuta Khasiat Daun Sirih</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/sejuta-khasiat-daun-sirih.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/sejuta-khasiat-daun-sirih.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 08:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tip Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejuta Khasiat Daun Sirih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Daun sirih sangat populer di masyarakat kita. Kerap kali, tumbuhan merambat ini dijumpai di halaman rumah. Sirih (Piper betle L atau Chavica aurculata Miq) memang mudah ditanam. Cukup dengan menggunakan stek dan diberi cukup air, tanaman ini bisa tumbuh baik di tempat panas maupun di tempat yang terlindung.
Ada beberapa jenis sirih yang dikenal di masyarakat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2010/07/sirih.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-455" title="sirih" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2010/07/sirih.jpg" alt="sirih, herbal" width="261" height="193" /></a>Daun sirih sangat populer di masyarakat kita. Kerap kali, tumbuhan merambat ini dijumpai di halaman rumah. Sirih (Piper betle L atau Chavica aurculata Miq) memang mudah ditanam. Cukup dengan menggunakan stek dan diberi cukup air, tanaman ini bisa tumbuh baik di tempat panas maupun di tempat yang terlindung.<br />
Ada beberapa jenis sirih yang dikenal di masyarakat. Misalnya, sirih jawa (daun lebih lembut, kurang tajam, hijau rumput), sirih belanda (daun besar, hijau tuam rasa dan bau tajam dan pedas), sirih cengkeh (kecil, daun kuning, rasa seperti cengkeh), sirih kuning, dan sirih hitam.<br />
Sirih sangat kaya dengan kandungan zat berkhasiat. Di antaranya, minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylpyrokatekol, cyneole, caryophyllene, cadinene, estragol, terpennena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, diastase, gula, dan pati. Efek zat aktif yang dikandung seluruh bagian tanaman sirih adalah merangsang syaraf pusat, merangsang daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik, merangsang kejang, meredakan sifat mendengkur.<br />
Daun sirih memiliki efek mencegah ejakulasi prematur, mematikan jamur Candida albicans, anti kejang, analgesik, anestetik, pereda kejang pada otot polos, penekan pengendali gerak, mengurangi sekresi cairan pada liang vagina, penekan kekebalan tubuh, pelindung hati, dan antidiare.<br />
Tanaman sirih juga diketahui bisa mengatasi batuk, bronchitis, menghilangkan bau badan, mengobati luka bakar, mimisan, bisul, mata gatal dan merah, koreng dan gatal-gatal, menghentikan pendarahan gusi, sariawan, menghilangkan bau mulut, jerawat, keputihan, Berikut rinciannya :</p>
<p>1.	Obat Batuk.<br />
Sebanyak 15 lembar daun sirih direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa 3/4-nya. Lalu minum dengan madu.<br />
2.	Obat bronchitis<br />
Sebanyak 7 lembar daun sirih dan 1 potong gula batu. Daun sirih dirajang halus, kemudian direbus bersama gula batu dengan air 2 gelas sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, lalu disaring. Air rebusan diminum 3 kali sehari, masing-masing 3 sendok makan.<br />
3.	Bau Badan<span id="more-454"></span><br />
Lima lembar daun sirih direbus dengan dua gelas air hingga menjadi satu gelas, minum siang hari.<br />
4.	Obat luka bakar,<br />
Daun segar diperas airnya, ditambah sedikit madu, bubuhkan di tempat yang luka bakar.<br />
5.	Mimisan,<br />
Daun sirih agak muda satu lembar dilumatkan, digulung untuk menyumbat hidung berdarah.<br />
6.	Bisul,<br />
Daun sirih secukupnya dicuci bersih, digiling menjadi halus, dioleskan pada bisul dan sekelilingnya, dibalut. Sehari diganti dua kali.<br />
7.	Mata gatal dan merah,<br />
Lima sampai enam lembar daun direbus dengan satu gelas air sampai mendidih. Setelah dingin untuk cuci mata dengan memakai gelas cuci mata. Sehari tiga kali sampai sembuh.<br />
8.	Koreng dan gatal-gatal,<br />
Sebanyak 20 lembar direbus, saat hangat dipakai untuk cuci tempat koreng dan gatal-gatal.<br />
9.	Pendarahan gusi,<br />
Daun empat lembar direbus dengan dua gelas air, dipakai untuk kumur. Sedang untuk sariawan, daun sirih segar sebanyak satu sampai dua lembar dibersihkan, dikunyah sampai lumat, ampasnya dibuang.<br />
10.	Bau mulut,<br />
Sebanyak dua sampai empat lembar daun sirih diremas, lalu diseduh, dipakai untuk kumur.<br />
11.	Obat jerawat,<br />
Tujuh sampai 10 lembar daun sirih ditumbuk sampai halus, kemudian diseduh dengan dua gelas air panas. Airnya dipakai untuk mencuci muka yang berjerawat. Sehari dilakukan dua sampai tiga kali.<br />
12.	Obat keputihan,<br />
Sebanyak 10 lembar daun direbus dengan 2,5 liter air, hangat-hangat dipakai untuk mencuci liang kemaluan.<br />
13.	Diare<br />
Ambil 4 &#8211; 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak kelapa.<br />
Tumbuk semua bahan bersama-sama sampai halus, lalu gosokkan pada bagian perut. Ulangi sampai sembuh<br />
14.	Alergi<br />
Bahan: 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok minyak kayu putih. Caranya, semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama hingga halus, kemudian digosokkan pada bagian badan yang gatal-gatal.<br />
15.	Keputihan<br />
Ambil 7 &#8211; 10 lembar daun sirih. Caranya, daun sirih direbus dengan 2,5 liter air sampai mendidih. Saat masih hangat, air rebusan daun sirih tersebut dipakai untuk membasuh dan membersihkan seputar kemaluan secara berulang-ulang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/sejuta-khasiat-daun-sirih.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SBW Pembayar Pajak Terbaik</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-pembayar-pajak-terbaik.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-pembayar-pajak-terbaik.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 08:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>
		<category><![CDATA[SBW Pembayar Pajak Terbaik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[Sudah menjadi kewajiban, bila pengurus koperasi mempertanggung jawabkan kinerjanya dihadapan anggota pada saat Rapat Anggota. Tapi tentunya, apa yang dilaporkan pengurus tersebut akan lewat begitu saja, bila anggota tidak bisa memahami isi laporan. Sebetulnya kondisi seperti itu, sangat menguntungkan bagi pengurus yang punya kepentingan pribadi. Karena anggota yang tidak faham akan mudah dikibuli.
Namun Pengurus Kopwan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah menjadi kewajiban, bila pengurus koperasi mempertanggung jawabkan kinerjanya dihadapan anggota pada saat Rapat Anggota. Tapi tentunya, apa yang dilaporkan pengurus tersebut akan lewat begitu saja, bila anggota tidak bisa memahami isi laporan. Sebetulnya kondisi seperti itu, sangat menguntungkan bagi pengurus yang punya kepentingan pribadi. Karena anggota yang tidak faham akan mudah dikibuli.<br />
Namun Pengurus Kopwan SBW tidak menghendaki hal seperti itu. Anggota yang kritis, tapi juga tidak asal ngomong, itulah yang diharapkan. Sehingga Kopwan SBW ini akan bisa kokoh karena ditopang oleh anggota yang faham akan kondisi koperasinya. Kontrol yang terjadipun sesuai dengan mekanisme dan didasarkan analisa data. Bukan asal bisa disebut vokal dalam forum.<span id="more-450"></span><br />
Berdasarkan harapan itulah, maka dalam RA membahas  RK- RAPB Desember lalu, dirancang adanya pelatihan membaca laporan keuangan. Rancangan tersebut telah disetujui oleh anggota sehingga menjadi rencana kerja yang dilaksanakan pada 2010. Rencana inipun telah direalisasi pada 21 – 26 Maret lalu.<br />
Pelatihan tersebut dipandu oleh Ibu Niken Siswanto, Bendahara I dan Bp Didik dari konsultan pajak. “Selama ini apa yang disajikan dalam buku laporan warna kuning sudah ditampilkan dengan jelas dan dapat dimengerti. Hasil audit juga menyatakan wajar tanpa catatan. Tapi kalau anggota belum tahu cara membacanya, tentu semua itu sia-sia. Dengan pelatihan ini diharapkan anggota bisa tahu dan memahami laporan keuangan yang telah disajikan menejemen,” ujar Ibu Niken dihadapan peserta pelatihan.<br />
Senada dengan Ibu Niken, salah satu anggota mengungkapkan bahwa selama ini anggota kurang merespon terhadap buku laporan. Bahkan banyak juga PJ yang tidak memaparkan secara jelas tentang isi buku laporan tersebut. “Idialnya dalam satu kelompok, bila ada yang mengerti tentang keuangan, sebaiknya membantu anggota lain untuk memahami laporan tersebut. Dengan demikian seluruh anggota bisa terlibat aktif  dalam pembahasan. Dan bila ada yang tak bisa diterima, hal itulah yang jadi catatan untuk disampaikan dalam berita acara melalui kelompok,” ujar Ibu Niken menanggapi.<br />
Untuk memberikan pemahaman pada anggota, Ibu Niken mengajak anggota untuk melakukan analisa langsung tentang kondisi koperasinya. Dalam analisa itupun digunakan angka – angka riil sebagaimana tercantum dalam buku laporan. Hal sama juga disampaikan oleh Bp Didik yang memberikan materinya di ruang gedung II.<br />
Dalam paparannya Bp Didik memulai dengan menjelaskan tentang kewajiban pajak. Dikatakannya juga SBW termasuk pembayar pajak terbaik di KPP Wonokromo. “Hal ini menunjukan bahwa laporan keuangan yang disajikan juga dapat dinilai baik. Karena semua disajikan secara transparan, wajar dan tepat waktu,” ujarnya.<br />
Apa yang disampaikan Bp Didik tersebut memang cukup beralasan. Karena selama ini SBW selalu tepat waktu dalam menyelenggarakan RAT. Disamping itu hasil audit selalu memberi opini wajar tanpa catatan. Bahkan pada RAT yang membahas LPJ 2009 lalu, dikatakan sebagai is the best  oleh auditor. Sejak 1980 SBW telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/sbw-pembayar-pajak-terbaik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanamkan Cinta Koperasi Sejak Dini</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/tanamkan-cinta-koperasi-sejak-dini.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/tanamkan-cinta-koperasi-sejak-dini.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 08:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Koperasi Sejak Dini]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Kesuksesan dalam menerapkan dan mengembangkan sistem tanggung renteng membuat Kopwan SBW berkembang sebagai organisasi pembelajar. Hampir setiap bulan selalu ada saja institusi yang berkunjung ke SBW. Ada yang berkunjung untuk melakukan study banding dan ada pula yang meminta pelatihan. Bahkan mereka yang berkunjung bukan saja dari pegiat koperasi tapi juga ada dari kalangan pelajar dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2010/03/tamu-sd.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-426" title="tamu sd" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2010/03/tamu-sd-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Kesuksesan dalam menerapkan dan mengembangkan sistem tanggung renteng membuat Kopwan SBW berkembang sebagai organisasi pembelajar. Hampir setiap bulan selalu ada saja institusi yang berkunjung ke SBW. Ada yang berkunjung untuk melakukan study banding dan ada pula yang meminta pelatihan. Bahkan mereka yang berkunjung bukan saja dari pegiat koperasi tapi juga ada dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Pada Januari lalu misalnya, Kopwan SBW mendapat kunjugan dari SMKN I Bangkalan. Tidak tanggung – tanggung jumlah merekapun mencapai 200 siswa dan 18 guru pendamping. Tak pelak lantai II Kopwan SBW menjadi penuh  oleh siswa berseragam kuning.</p>
<p>“Kunjungan ini dimaksudkan agar siswa bisa membandingkan antara pelajaran yang didapat disekolah dengan kondisi sebenarnya. Sehingga mereka punya wawasan yang lebih luas. Atau paling tidak, mereka bisa membandingkan antara yang dipelajari disekolah dengan kondisi riil dilapangan. Mereka adalah siswa dari program keahlian administrasi dan program keahlian akuntansi.  Untuk itulah setelah kunjungan ini, mereka diwajibkan untuk membuat laporan,” ujar Bp Mulyono, guru pendamping yang ditunjuk sebagai ketua rombongan. <span id="more-423"></span></p>
<p>Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Ibu Sadjim, Ketua I Kopwan SBW mencoba memotivasi para siswa untuk cinta koperasi.  Disampaikannya bahwa SBW ini didirikan oleh wanita yang diantaranya berasal dari Bangkalan. Beliau adalah Ibu Mursia Zaafril Ilyas. Kemudian koperasi ini juga dikembangkan dibawah pimpinan Ibu Yoos Lutfi yang juga berasal dari Bangkalan. “Ini menunjukan bahwa di Madura banyak bibit yang bagus untuk menjadikan dirinya bermanfaat pada orang banyak. Diantaranya dengan berkoperasi,” ujar Ibu Sadjim yang diamini oleh para siswa.<br />
Dalam waktu hampir bersamaan, Kopwan SBW juga menerima tamu berseragam putih merah yang antusias untuk belajar koperasi. Mereka adalah siswa dari SDN Kendangsari. Dengan diantar oleh guru pendampingnya, mereka berdialog langsung dengan para pengurus Kopwan SBW. Mendapat tamu yang masih imut tersebut, para pengurus tetap bersemangat menjelaskan tentang Kopwan SBW. Hal ini juga dimaksudkan untuk menanamkan rasa cinta kepada koperasi sejak dini.  (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/tanamkan-cinta-koperasi-sejak-dini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bantuan Yang Justru Melemahkan</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/bantuan-yang-justru-melemahkan.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/bantuan-yang-justru-melemahkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 08:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>
		<category><![CDATA[BAntuan Koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Untuk ketiga kalinya World Vision Aceh membawa rombongan ke Kopwan SBW untuk belajar koperasi dan sistem tanggung renteng. Nampaknya NGO Internasional ini percaya bahwa koperasi dengan sistem tanggung renteng bisa menjadi alat pemberdayaan masyarakat.  Walaupun disadari, untuk menerapkan sistem tersebut bukan hal mudah dan juga tidak bisa serta merta.
Pada tahun ini yang dikirim World Vision [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk ketiga kalinya World Vision Aceh membawa rombongan ke Kopwan SBW untuk belajar koperasi dan sistem tanggung renteng. Nampaknya NGO Internasional ini percaya bahwa koperasi dengan sistem tanggung renteng bisa menjadi alat pemberdayaan masyarakat.  Walaupun disadari, untuk menerapkan sistem tersebut bukan hal mudah dan juga tidak bisa serta merta.</p>
<p>Pada tahun ini yang dikirim World Vision ke Kopwan SBW adalah dari wilayah Aceh Jaya. Sebetulnya rombongan ini sudah dijadwalkan untuk mengikuti pelatihan di Kopwan SBW pada Desember 2009. Tapi baru bisa direalisasi pada awal Pebruari 2010. Pada rombongan kali ini terdiri dari 11 orang yang  4 diantaranya adalah pendamping dari World Vision. Sedang pesertanya dari 2 koperasi, 1 KSM  dan 1 orang dari Dinas Koperasi setempat.<span id="more-428"></span></p>
<p>Rombongan yang terdiri dari 5 perempuan dan 6 laki-laki tersebut mengikuti pelatihan sejak 1 sampai 6 Pebruari. Seperti pada pelatihan koperasi dan sistem tanggung renteng sebelumnya, Mereka juga mendapat pembelajaran tidak hanya didalam kelas tapi melihat prakteknya langsung dilapangan. Bahkan dalam pembelajaran dalam kelas, mereka juga diajak melakukan simulasi hingga dialog. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan daya serab peserta pada materi yang disampaikan.</p>
<p>Dalam dialog itulah, berbagai masalah yang dialami koperasi di Aceh Jaya bisa terungkap. Diantaranya tentang banyaknya dana bantuan pasca tsunami yang justru melemahkan koperasi. Dana bantuan tersebut diinformasikan pada masyarakat sebagai dana hibah. Akibatnya anggota yang pinjam pada koperasi tidak mau mengembalikannya. Tak mengherankan bila kredit macet cukup tinggi. Sehingga mengakibatkan koperasi tidak bisa berkembang bahkan justru kesulitan dalam memberikan pelayanan kepada anggota.</p>
<p>“Untuk bisa merubah kondisi itu, memang membutuhkan kerja keras kita. Tapi kami yakin bisa, seperti yel-yel kita pada pelatihan ini yaitu pasti bisa,” ujar ketua rombongan memotivasi peserta latihan pada sesi terakhir.</p>
<p>Hal sama juga dilakukan oleh Pengurus SBW agar peserta tetap semangat dan punya daya juang tinggi. Mereka dimotivasi agar terus berupaya bisa mandiri dan tidak selalu berharap pada bantuan. Dalam hal ini Ibu Sadjim menyarankan agar pemahaman perkoperasian anggota terus ditingkatkan. Dikatakannya koperasi harusnya lebih dimaknai sebagai wadah dalam mengatasi mengatasi masalah secara bersama-sama. Diantaranya dengan menerapkan sistem tanggung renteng.  Tanpa ada upaya tersebut maka masalah akan tetap jadi masalah dan tak akan pernah terselesaikan. “Kami mau, kami pasti bisa,” itulah tekat peserta yang disampaikan Ibu Marzaah yang memang bertekat menerapkan sistem tanggung renteng di koperasinya. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/bantuan-yang-justru-melemahkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inspirasi Dari Koperasi di Tangerang</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/inspirasi-dari-koperasi-di-tangerang.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/inspirasi-dari-koperasi-di-tangerang.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 08:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tamu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya yang datang berkunjung ke Kopwan SBW bertujuan study banding atau pelatihan. Tapi koperasi satu ini punya tujuan berbeda saat berkunjung ke Kopwan SBW, Januari lalu.  Rombongan ini hanya terdiri dari 5 orang dan bukan pengurus koperasi.  Mereka adalah tim pemasaran produk unggulan anggota  Koperasi Jaya Kerta Sejahtera, Tangerang. Mereka mengenal Kopwan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya yang datang berkunjung ke Kopwan SBW bertujuan study banding atau pelatihan. Tapi koperasi satu ini punya tujuan berbeda saat berkunjung ke Kopwan SBW, Januari lalu.  Rombongan ini hanya terdiri dari 5 orang dan bukan pengurus koperasi.  Mereka adalah tim pemasaran produk unggulan anggota  Koperasi Jaya Kerta Sejahtera, Tangerang. Mereka mengenal Kopwan SBW saat bersama-sama mengikuti pameran Smesco di Jakarta pada Desember 2009.</p>
<p>Menawarkan kerja sama, itulah maksud dan tujuan dari tim tersebut. Tak mengherankan bila saat itu, tim ini juga membawa aneka produk anggota koperasinya.  Ada produk hasil rekayasa penghematan BBM untuk kendaraan bermotor. Ada pula produk kompor yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan bakar dari sampah. Tak ketinggalan, mereka juga membawa berbagai produk pembersih seperti sabun, pembersih lantai dan sebagainya.</p>
<p>Saat itu juga, mereka mempresentasikan semua produknya dihadapan pengurus.  Harapannya, tentu Kopwan SBW bisa menjadi patner dalam pemasaran produk tersebut. Mengingat Kopwan SBW punya potensi besar dengan anggota yang 10 ribu lebih. Disamping ke Kopwan SBW, tim pemasar dari Koperasi Jaya Kerta Sejahtera ini juga mengadakan lawatan ke beberapa koperasi yang ada di Jawa Timur.<span id="more-421"></span></p>
<p>Koperasi Jaya Kerta Sejahtera ini memang didirikan oleh para UKM yang ada di Tangerang Selatan. Tak mengherankan, bila koperasi ini juga dijadikan wadah bersama untuk mengembangkan pasar produk-produk anggotanya. Kini setelah berjalan 2 tahun, Koperasi ini telah beranggotakan hampir 2000 orang. Produk unggulan anggotanyapun bermacam-macam mulai dari waralaba, produk kebutuhan sehari-hari  sampai alat penghemat BBM. Sedang untuk memenuhi kebutuhan anggotanya, koperasi ini juga membuka unit simpan pinjam dan toko grosir.</p>
<p>Kehadiran Koperasi Jaya Kerta Sejahtera ini tentunya bisa menjadi inspirasi bagi Kopwan SBW kedepan. Mengingat, Kopwan SBW  punya potensi yang jauh lebih besar untuk bisa berkembang bersama anggotanya. Anggota SBW, tentu tidak sedikit yang mempunyai produk unggulan. Anggota SBW, tentu juga tidak sedikit yang mempunyai kemampuan dalam bidang pemasaran. Kalau kedua potensi ini digabung, tentu hasilnya akan luar biasa bagi upaya peningkatan kesejahteraan anggota. Bahkan bukan tidak mungkin, dengan pengembangan tersebut Kopwan SBW bisa memberikan kontribusi dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan di Jawa Timur. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/inspirasi-dari-koperasi-di-tangerang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
