Kepedulian Untuk Lamongan dan Bojonegoro

kiprahKegiatan bhakti sosial untuk korban banjir di Lamongan merupakan rangkaian dari peringatan HUT ke 49 Puskowanjati. Dalam acara ini setiap anggota dari primer Puskowanjati diminta menyumbang Rp 1000,- per anggota. Tak terkecuali Kopwan SBW yang juga primer dari Puskowanjati tentunya menyumbang sebesar Rp 1000 kali jumlah anggota. Dengan demikian dari Kopwan SBW untuk Baksos ini terkumpul lebih dari Rp 10 juta.

Tapi nampaknya anggota Kopwan SBW mempunyai rasa kepedulian cukup tinggi. Terbukti, tidak sedikit anggota yang menyumbang lebih dari Rp 1000,- bahkan ada yang sampai Rp 50 ribu. Sehingga dana yang terkumpul dari anggota Kopwan SBW mencapai Rp 24 juta.Dana tersebut belum termasuk dari SBW peduli yang sebesar Rp 6 juta. Dengan demikian dalam kegiatan bhakti sosial untuk korban banjir ini Kopwan SBW menyumbang sebesar Rp 30 juta.

Dari dana sejumlah tersebut, Kopwan SBW tidak hanya bisa membantu korban banjir di Lamongan tapi juga di Bojonegoro. Dana yang sebesar Rp 1000 kali jumlah anggota, diserahkan pada Puskowanjati untuk korban banjir di Lamongan. Sedang desa yang menjadi sasaran bhakti sosial ini adalah Desa Duri Kulon dan Desa Centini yang berada dikecamatan Laren.

Sedang untuk pemberangkatan rombongan bakti sosial ini dilakukan di Kopwan SBW pada 26 Januari lalu. Rombongan ini jumlahnya cukup banyak karena diikuti utusan dari seluruh primer Puskowanjati yang tersebar diseluruh Jawa Timur. Setidaknya saat itu tercatat 35 mobil yang mengiringi. “Kehadiran semua utusan primer anggota Puskowanjati ini sebagai bukti jalinan rasa persaudaraan keluarga besar Puskowanjati. Dan kegiatan ini juga sebagai bukti rasa kepedulian kita pada masyarakat yang tertimpa musibah,” tandas Ibu Yoos Lutfi, Ketua Puskowanjati dalam kata sambutannya saat pemberangkatan.

Sebelum mencapai desa sasaran, rombongan singgah terlebih dahulu di Kopwan Rahayu Lamongan. Disinilah rombongan berhenti sejenak dan makan pagi. Dengan diantar Kepala Dinas Koperasi Lamongan, rombongan pun melanjutkan perjalanan menuju desa sasaran. Dalam perjalanan menuju desa tersebut nampak kerusakan yang diakibatkan banjir. Sawah berubah bagaikan lautan dengan pohon-pohon pisang yang mengering. Sementara sebagian lagi nampak sawah yang berubah menjadi lautan pasir. Karena memang desa yang menjadi sasaran ini tepat berada disamping aliran Bengawan Solo.

Selepas dari Desa Centini rombongan keluarga besar Puskowanjati kembali ke daerahnya masing-masing. Sementara rombongan Kopwan SBW meneruskan perjalanan ke Bojonegoro. Dalam rombongan ini selain pengurus dan pengawas juga ada sebagian PPL dan tim SBW peduli. Di wilayah Bojonegoro ini bantuan disalurkan pada empat desa yang juga menjadi korban luapan Bengawan Solo. Keempat desa tersebut adalah Desa Ringin Rejo, Mojosari dan Mayang Rejo yang berada di kecamatan Kalitidu. Sedang Desa Tulungagung berada di kecamatan Malo.

Untuk menuju keempat desa tersebut kondisi jalannya cukup sulit karena masih berupa makadam dan jalan desa yang rusak. Perjalanan ini semakin sulit karena ketika sampai di desa pertama sudah menjelang magrib. Akhirnya bantuan tidak bisa diserahkan langsung pada setiap warga dan hanya dilakukan penyerahan secara simbolis. Bantuan untuk desa inipun hanya bisa diletakan di rumah tokoh masyarakat setempat.

Sedang perjalanan yang lebih sulit lagi ketika menuju Desa Tulungagung. Untuk menuju desa ini harus melewati jalan desa yang rusak dan sebagian makadam sepanjang 5 km. Bukan itu saja, perjalanan yang sudah mulai larut malam itu juga harus melewati hutan. Begitu sampai dedesa tersebut suasananya sangat gelap yang ada hanya penerangan dari mobil rombongan. Sehingga dalam proses penurunan dan penyerahan bantuan hanya menggunakan penerangan lampu mobil. Ketika rombongan keluar dari Desa Tulungagung, jam di mobil sudah menunjukan pukul 21.00.

Letih, penat dan takut karena gelap, itulah yang dirasakan rombongan saat itu. Kendati demikian, terbersit rasa puas karena bisa membantu saudara yang terkena musibah. Tapi ketika seminggu berlalu, nampaknya musibah belum ikut berlalu. Curah hujan yang tingga dan Bengawan Solo meluap lagi. Desa-desa yang telah menerima bantuan tenggelam lagi. Kepedulian memang tidak boleh berakhir dan ladang amal bagi yang tak terkena musibah.(gt)

Tulis Komentar

 

Spam Protection by WP-SpamFree

Add to Google © Copyright 2012 - 2008 Setia Bhakti Wanita
[E] E-KopwanSBW [S] SBW's Learning Center