Menegkop : Hebat .. SBW Mampu Menekan NPL Hingga 0 %

Menteri Negara Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan, kagum begitu mendengar bahwa NPL di Kopwan SBW 0 %. Apalagi juga dijelaskan bahwa dana LPDB bisa terserab habis oleh anggota dan aman.

MenkopBagi lembaga keuangan, mencapai NPL 0 % seakan mustahil. Tapi tidak demikian dengan Kopwan SBW yang dengan sistem tanggung rentengnya mampu menekan NPL hingga mendekati 0 %. Hal ini pula yang membuat kagum Bp Menteri Negara Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan saat berkunjung ke Kopwan SBW pada 7 Nopember lalu.

Nampaknya sistem tanggung renteng masih asing bagi Menteri Koperasi dan UKM yang baru. Tak mengherankan bila pengganti Bp Suryadharma Ali ini serasa biasa-biasa saja ketika masuk ke Kopwan SBW. Apalagi ketika memasuki gedung I Kopwan SBW yang terlihat sepi.

“Kok sepi,” tanya Bp Sjarifuddin Hasan pada Ibu Sadjim yang saat itu berada disampingnya. Mendapat pertanyaan tersebut, Ibu Sadjim, Ketua I Kopwan SBW menjelaskan tentang hari keja di Kopwan SBW. Dari penjelasan tersebut, terus berlanjut pada pemaparan tentang keberadaan Kopwan SBW. Termasuk bagaimana gedung-gedung Kopwan SBW dibangun dengan keswadayaan anggotanya.

Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM ke Kopwan SBW ini memang sangat singkat. Bahkan rombongan yang tiba sekitar pukul 11.00 itu tidak sempat duduk. Sehingga penjelasan tentang keberadaan Kopwan SBW diberikan sambil berjalan menyusuri gedung I dan gedung II.

Dalam perjalanan itulah Ibu Sadjim yang berada disamping Bp Mentri terus memberi pemaparan tentang terbentuknya Kopwan SBW hingga sistem pelayanan pada anggota. “Pinjaman untuk anggota itu pada tahapan pertama sebesar Rp 750 ribu. Setelah itu batas pinjaman akan mengikuti sistem plafon dengan batas maksimal pinjaman sampai Rp 16 juta per orang,” papar Ibu Sadjim.

“Kopwan SBW ini juga termasuk salah satu primer Puskowanjati yang menerima dana LPDB,” celetuk Bapak Fadjar Sofyar, Direktur LPDB kepada Bapak Menteri. “Terus bagaimana pola penyalurannya,” tanya Bp Sjarifuddin. “Untuk penyalurannya, semua terserab anggota. Karena omset kita per bulan itu sekitar Rp 10 sampai Rp 11 miliar,” papar Ibu Sadjim. Penjelasan ini nampaknya juga membuat Bp Mentri Koperasi dan UKM merasa puas.

Di gedung II tepatnya di ruang garment, Bp Mentri sempat berhenti agak lama. “Yang berjualan disini semuanya anggota. Mereka menyewa pada koperasi perbulannya Rp 125 ribu,” papar Ibu Sadjim menjelaskan tentang ruang yang disewa anggota untuk berjualan.  Ruang tempat memajang berbagai produk anggota tersebut  lebih dikenal dengan ruang garment.

Dari gedung II, rombongan terus diajak menuju swalayan SBW. Disinilah Bapak Menteri mendapat penjelasan bahwa dengan sistem tanggung renteng NPL bisa ditekan hingga 0 %. Seakan tidak percaya mendengar itu, Bp Menteri mengulanginya dengan pertanyaan untuk memastikan apa yang telah didengar. Keraguan itupun dijawab Ibu Sadjim dengan menjelaskan sekilas tentang sistem kelompok tanggung renteng. “Hebat….SBW mampu mencapai NPL 0 %,” tukas Bp Sjarifuddin kepada rombongan yang menyertainya. Pujian itupun disambut tepuk tangan oleh seluruh yang hadir.  (gt)

Tulis Komentar

 

Spam Protection by WP-SpamFree

Add to Google © Copyright 2010 - 2008 Setia Bhakti Wanita
[E] E-kopwansbw