Pelatihan Makrame Untuk Anggota
Seperti biasa, setiap tahun Kopwan SBW selalu mengadakan pelatihan ketrampilan untuk anggota. Sedang jenis pelatihannya bergantung pada permintaan anggota yang telah disepakati dalam rapat anggota membahas RK-RAPB. Seperti pada tahun ini, salah satu ketrampilan yang disepakati anggota adalah pelatihan macramé dari tali kur. Pelatihan ini diikuti 208 anggota yang dibagi dalam 8 kelas. Sedang pelaksanaanya dimulai pada 20 hingga 29 Juli di Kopwan SBW.
Dalam pelatihan jenis ketrampilan yang tergolong kuno ini, peserta dipandu oleh Ibu Donata anggota kelompok 440 beserta 6 stafnya. Setiap hari mereka membuka 4 kelas di gedung II dan III Kopwan SBW lantai 2. Tak pelak diruang tersebut menjadi ramai karena setiap ruang diisi oleh 25 peserta dengan kesibukannya merangkai tali. Selama 3 hari para peserta ditarget untuk bisa menyelesaikan rangkaian talinya menjadi sebuah tas.
Tidak mudah memang bagi anggota yang baru pertama kali mengenal kerajinan macramé untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Tak mengherankan, meski pelatihan sudah berlangsung selama 3 hari, ternyata tidak banyak yang bisa menyelesaikannya. Padahal sebagian dari mereka, ada juga yang mencoba menyelsaikannya pada waktu luangnya dirumah. “Kata Ibu Donata, untuk yang sudah terampil bisa menyelesaikan sebuah tas butuh waktu selama 2 sampai 3 hari. Makanya kita nggak selesai-selesai walaupun sudah saya lanjutkan di rumah,” ujar salah satu peserta memberi alasan kenapa pekerjaannya belum diselesaikan.
Dalam pelatihan itu, Ibu Donata juga memberi gambaran tentang peluang usaha untuk kerajinan macramé. Menuruntnya peluang usaha untuk kerajinan ini masih terbuka, karena masih jarang yang melakukannya. Pada kesempatan tersebut Ibu Donata juga memamerkan beberapa hasil karyanya yang berupa beberapa jenis tas. Diantaranya ada yang telah dibandrol Rp 150 ribu. Pembuatan jenis tas itulah yang diajarkan kepada anggota Kopwan SBW.
Sekilas tentang macramé. Makrame adalah seni membuat simpul dekoratif. Dengan menggunakan serangkaian simpul tali untuk menghasilkan berbagai pola atau ornamen hias. Kerajinan membuat makrame ini merupakan seni yang sudah sangat kuno. Umurnya sudah ratusan tahun. Diperkirakan seni ini bermula dari Timur Tengah. Konon sekitar 900 tahun sebelum Masehi, para prajurit di daerah itu mengenakan tunik berhias simpul-simpul. Oleh karena simpul-simpul hias itu memang indah, banyak orang yang menirunya. Jadilah seni makrame yang kita kenal sekarang dan berkembang ke berbagai negara.
Pada zaman Ratu Victoria dari Inggris, para wanita bangsawan dan para remaja sangat menyukai hasil kerajinan ini. Juga para pelaut yang sangat mahir membuat beraneka simpul untuk tali layarnya, membuat kerajinan ini untuk mengisi waktu luangnya selama berlayar. Hasil kerajinan ini mereka jual di pasar-pasar atau ditukarkan dengan cendera mata pada saat kapal mereka berlabuh di suatu tempat baru. Itu sebabnya karya seni makrame yang terindah terdapat di museum-museum bahari.
Selama beberapa tahun, seni ini sempat menghilang, kemudian baru muncul kembali sekitar akhir abad lalu. Penggemarnya semakin bertambah hingga kini. Makrame dapat dijadikan apa saja, mulai dari perhiasan seperti kalung, gelang, ikat pinggang, maupun gantungan pot sampai gantungan kunci, hiasan dinding dan penyekat ruangan. (gt)








12 November 2010 at 12:31 pm
pengen nyoba cara bikinnya kayak gimana y…susah gak??pola bikinnya seperti apa??