Pembekalan Kader PPL Sebelum Terjun
Menjadi PPL ternyata memang tidak mudah. Banyak tahapan yang harus dilalui mulai dari perekrutan hingga pengangkatan. Tahapan-tahapan tersebut dilalui dalam waktu 6 bulan lebih. Proses yang cukup lama ini tentunya terkait dengan tugas yang akan diemban oleh PPL sebagai pendamping atau pembina kelompok. Sehingga sebelum dilepas untuk melakukan pendampingan atau pembinaan, mereka harus diberi bekal yang cukup.
Sebagai pendamping, tentu saja seorang PPL dituntut untuk mengerti dan faham tentang Kopwan SBW dan sistem tanggung renteng. Karena pengertian dan pemahaman itulah yang akan menjadi bekal utama bagi seorang PPL. Bisa dibayangkan, bagaimana seorang PPL bisa memfasilitasi kelompok dalam menyelesaikan masalah bila ia tidak faham sistem. Kalaupun advokasi dilakukan, tentu tidak berdasarkan pada sistem. Sehingga bisa jadi, bukannya menyelesaikan masalah tapi justru memunculkan masalah baru…[..]gt
Terkait dengan hal tersebut, pada akhir Agustus lalu, para kader PPL yang tinggal 9 orang itu mendapat pelatihan dari Puskowanjati. Sebelumnya, para kader ini telah ikut terjun kekelompok bersama PPL senior yang diistilahkan magang. Didalam pelatihan inilah, hasil selama magang tersebut diungkap kemudian jadi bahan pembahasan. Tentu saja dalam pembahasan itu, tetap mengacu pada sistem dan prosedur yang berlaku di Kopwan SBW.
Untuk itulah, dalam pelatihan ini, pemahaman para kader PPL tentang perkoperasian dan sistem tanggung renteng diperdalam lagi. Mereka diajak kembali memahami tentang koperasi lengkap dengan jatidirinya. Kemudian dikaitkan dengan sistem tanggung renteng lengkap dengan tata nilai dan aplikasinya. Pengetahuan inilah yang nantinya akan menjadi acuan dalam setiap penyelesaian masalah di kelompok.
Disamping itu, dalam pelatihan ini para kader PPL juga dibekali dengan berbagai pola pendampingan. Diantaranya yang diulas cukup dalam yaitu pola pendidikan orang dewasa (POD). Pengetahuan inilah yang akan menjadi acuan bagi PPL dalam berkomunikasi dengan anggota pada saat pembinaan dikelompok. Untuk itu diharapkan, tidak hanya sebatas pengetahuan tapi juga menjadi ketrampilan. Karena tingkat ketrampilan berkomunikasi inilah yang akan menentukan tingkat efektifitas pembinaan. (gt)










4 April 2010 at 10:05 pm
Apakah PPL ini sama dengan BDS atau Konsultan ? Dari yang tinggal 9 orang itu berapa kelompok yang masing-masing mereka bisa bina ? Kalau termasuk PPL yang senior maka per 2010 ini ada berapa banyak PPL yang dimiliki SBW ?
Trimakasih