Ingin Jadi Anggota SBW

study banding

study banding

Tidak jarang kelompok-kelompok masyarakat yang melakukan study banding kemudian berkeinginan untuk bergabung menjadi anggota SBW. Hal itu biasanya diawali dari kekaguman setelah melihat kantor SBW. Kemudian kekaguman itu berlanjut pada pola pengelolaan koperasi ini. Tapi keinginan untuk menjadi anggota SBW itu terpaksa tidak bisa direalisasi, karena mereka berada diluar wilayah kerja SBW.
Tapi berbeda dengan salah satu rombongan study banding pada Juli lalu. Karena rombongan ini adalah kelompok PKK Pondok Benowo Indah. Dengan demikian, bila mereka menginginkan menjadi anggota SBW tentu peluangnya terbuka lebar. Selain kelompok perempuan, rombongan ini juga berada di wilayah kerja SBW
.
“Saya tahu SBW, karena teman saya ada yang menjadi anggota SBW. Tapi bagi masyarakat di Benowo nampaknya masih belum seberapa tahu tentang SBW. Itulah sebabnya ibu-ibu ini kami ajak study banding ke SBW. Kami telah membentuk kelompok dengan usaha simpan pinjam. Usaha ini dilakukan dalam wadah PKK yang memang setiap bulan mengadakan pertemuan kelompok. Kemungkinan kita ingin meniru pola yang telah dilakukan SBW walau nantinya tidak berbentuk koperasi. Tapi kemungkinannya juga bagaimana bila kita ingin bergabung menjadi anggota SBW,” tanya Ibu Dwi, Dosen Universitas Wijaya Putra yang memfasilitasi kelompok PKK Pondok Benowo Indah berkunjung ke SBW pada 15 Juli…[..]gt baca selanjutnya… »

Add to Google © Copyright 2012 - 2008 Setia Bhakti Wanita

Angin Perubahan di Kelompok 311

28Ruang yang sehari-harinya dipenuhi perkakas bengkel itu, nampak tertata rapi. Karena hari itu, ruang tersebut digunakan pertemuan kelompok.Tikar telah digelar memenuhi ruangan. Sementara disudut ruangan sudah nampak Ibu Eko PJ I kelompok 311 menghadap meja yang diatasnya bertumpuk buku administrasi kelompok. Setiap anggota yang datang langsung menghadap PJ untuk melakukan pembayaran kewajiban dan mengisi absen.

Sayangnya sampai pukul 09.00 ternyata yang ada diruangan tersebut baru 4 anggota. Memang biasanya pertemuan kelompok 311 dimulai pukul 10.00 . Tapi karena pertmuan bulan ini bertepatan dengan puasa, maka disepakati untuk diajukan pukul 09.00 . Sepuluh menit kemudian mulailah anggota berdatangan. Sampai pertemuan dimulai pada pukul 09.15, anggota yang hadir telah mencapai 20 orang. Sehingga ruangan nampak penuh. baca selanjutnya… »

Add to Google © Copyright 2012 - 2008 Setia Bhakti Wanita

Disiplin Hadir Meski Rumah Jauh

Saling kenal dan tahu karakter masing – masing anggota dalam satu kelompok, itulah salah satu syarat sistem tanggung renteng. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya kedekatan tempat tinggal. Tapi tidak demikian dengan kelompok 332. Berikut liputan Bulletin SBW pada pertemuan kelompok Juni lalu.

Sampai 1989 anggota kelompok 85 yang berada di Putro Agung telah mencapai 75 orang. Sejak itulah pecah kelompok diakukan hingga 4 kali. Dan salah satunya kemudian menjadi kelompok 332 dengan anggota awal 11 orang. Mereka berasal dari sekitar Karang Asem dan Pacar Kembang. Dengan demikian kelompok ini bolehlah dikatakan sebagai kelompok senior.

Tapi jangan kaget bila tidak banyak anggota dikelompok ini yang tahu dan ikut merasakan bagaimana Kopwan SBW semasa berkantor di Jl. Panglima Sudirman. Pasalnya dari 11 anggota awal, ternyata kini hanya tersisa 4 orang. Bahkan kini yang bertempat tinggal di Karang Asem dan Pacar Kembang hanya tersisa 5 orang dari 46 anggota. Justru kebanyakan mereka berasal dari Sidoarjo, Rewin, Tropodo, Benowo bahkan ada yang dari Gersik. baca selanjutnya… »

Add to Google © Copyright 2012 - 2008 Setia Bhakti Wanita

Kepentingan Bersama Diutamakan

Ketika kepentingan pribadi jadi dasar dalam pengambilan keputusan. Ketika aturan dan hasil kesepakatan diabaikan. Itulah awal perpecahan yang menuju pada kehancuran. Tidak percaya ??? kelompok 499 punya bukti tentang hal tersebut.

Suasana keakraban dan kekeluargaan saat itu sangat terasa pada pertemuan kelompok 499. Seakan, sebagai keluarga, mereka sudah lama tidak bertemu. Sehingga pertemuan kelompok menjadi ajang lepas kangen.

Setiap anggota yang baru datang selalu disambut dengan rasa riang dan canda tawa. Mereka saling bersalaman bahkan peluk dan cium sebagaimana ikatan sebuah keluarga. Tak ketinggalan mereka juga saling kabar - kabari tentang kondisi masing-masing. Sehingga suasana nampak riuh penuh cerita dan tawa.

Suasana tersebut tentunya berbeda dengan 2 tahun lalu. Bahkan boleh dikata bertolak belakang. Bagaimana tidak, saat itu pertemuan kelompok justru sering dijadikan ajang adu urat leher. Hak yang semestinya bisa didapat setiap anggota, ternyata hak tersebut hanya bisa dinikmati anggota-anggota tertentu. Sehingga ada anggota yang merasa dianak tirikan. Sakit hati… tentu saja terjadi, karena merasa diperlakukan tidak adil. Akhirnya terjadilah dua kubu yang saling bertentangan dan puncaknya mereka menuntut perpisahan. baca selanjutnya… »

Add to Google © Copyright 2012 - 2008 Setia Bhakti Wanita
 Page 1 of 2  1  2 »
[E] E-KopwanSBW [S] SBW's Learning Center