Tanamkan Cinta Koperasi Sejak Dini
Kesuksesan dalam menerapkan dan mengembangkan sistem tanggung renteng membuat Kopwan SBW berkembang sebagai organisasi pembelajar. Hampir setiap bulan selalu ada saja institusi yang berkunjung ke SBW. Ada yang berkunjung untuk melakukan study banding dan ada pula yang meminta pelatihan. Bahkan mereka yang berkunjung bukan saja dari pegiat koperasi tapi juga ada dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Pada Januari lalu misalnya, Kopwan SBW mendapat kunjugan dari SMKN I Bangkalan. Tidak tanggung – tanggung jumlah merekapun mencapai 200 siswa dan 18 guru pendamping. Tak pelak lantai II Kopwan SBW menjadi penuh oleh siswa berseragam kuning.
“Kunjungan ini dimaksudkan agar siswa bisa membandingkan antara pelajaran yang didapat disekolah dengan kondisi sebenarnya. Sehingga mereka punya wawasan yang lebih luas. Atau paling tidak, mereka bisa membandingkan antara yang dipelajari disekolah dengan kondisi riil dilapangan. Mereka adalah siswa dari program keahlian administrasi dan program keahlian akuntansi. Untuk itulah setelah kunjungan ini, mereka diwajibkan untuk membuat laporan,” ujar Bp Mulyono, guru pendamping yang ditunjuk sebagai ketua rombongan. baca selanjutnya… »







Bagi lembaga keuangan, mencapai NPL 0 % seakan mustahil. Tapi tidak demikian dengan Kopwan SBW yang dengan sistem tanggung rentengnya mampu menekan NPL hingga mendekati 0 %. Hal ini pula yang membuat kagum Bp Menteri Negara Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan saat berkunjung ke Kopwan SBW pada 7 Nopember lalu.