<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Setia Bhakti Wanita &#187; pelatihan</title>
	<atom:link href="http://www.setiabhaktiwanita.com/tag/pelatihan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.setiabhaktiwanita.com</link>
	<description>Berkembang dengan Derap Kebersamaan</description>
	<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 03:20:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Peningkatan SDM Anggota Kopwan SBW</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/peningkatan-sdm-kopwan-sbw.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/peningkatan-sdm-kopwan-sbw.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 08:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gale</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<category><![CDATA[koperasi]]></category>

		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<category><![CDATA[tanggung-renteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan demi pelatihan yang diselenggarakan oleh Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur di tahun 2009 ini mendapatkan antusias yang baik dari anggota Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur maupun dari masyarakat umum yang mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut. Selain pelatihan sistem tanggung renteng yang diberikan sebagai dasar pemantapan bagi anggota, Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_384" class="wp-caption alignleft" style="width: 182px"><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2009/06/img_1399.jpg"><img class="size-medium wp-image-384" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2009/06/img_1399-300x232.jpg" alt="pelatihan-pelatihan di KopWan SBW" width="172" height="133" /></a><p class="wp-caption-text">pelatihan glass painting</p></div></p>
<p>Pelatihan demi pelatihan yang diselenggarakan oleh <strong>Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur</strong> di tahun 2009 ini mendapatkan antusias yang baik dari anggota Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur maupun dari masyarakat umum yang mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut. Selain pelatihan sistem tanggung renteng yang diberikan sebagai dasar pemantapan bagi anggota, <strong>Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur</strong> juga memberikan pelatihan-pelatihan ketrampilan bagi anggotanya yang diharapkan melaui pelatihan ketrampilan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menambah pendapat ekonomi keluarga serta meningkatkan kesejahteraan anggota Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur.<br />
<a title="pelatihan di sbw" href="http://learningcentersbw.com" target="_blank"><em></p>
<p><div id="attachment_385" class="wp-caption alignright" style="width: 171px"><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2009/06/img_1886.jpg"><em><img class="size-medium wp-image-385" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2009/06/img_1886-300x231.jpg" alt="pelatihan KopWan SBW" width="161" height="124" /></em></a><p class="wp-caption-text">pelatihan kue kering</p></div></p>
<p>Pelatihan ketrampilan glass painting, pelatihan ketrampilan daur ulang kertas semen, pelatihan kue kering, pelatihan batik, pelatihan hataran pengantin (keterangan mengenai pelatihan bisa dilihat di </em></a><em><a title="Learning Center SBW" href="http://www.learningcentersbw.com" target="_blank">learningcentersbw</a>)</em>, adalah sebagian dari pelatihan ketrampilan yang telah diberikan untuk anggota dari sekian banyak pelatihan ketrampilan yang akan diadakan oleh Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita sesuai dengan Rencana Kerja tahun 2009 yang telah diputuskan dalam Rapat Anggota. Melalui Tim Learning Center Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur, berbagai pelatihan ketrampilan telah disiapkan guna meningkatkan sumber daya yang dimiliki oleh anggota Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur. Narasumber staupun pembimbing di setiap pelatihan ketrampilan yang diadakan oleh Tim Learning Center Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur merupakan narasumber yang telah berpengalaman dan mempunyai kemampuan ketrampilan yang cukup baik di bidang ketrampilan yang akan diajarkan[...]<span id="more-352"></span></p>
<p>Mengenai pembiayaan dari pelatihan ketrampilan yang diberikan, sebagian biaya pelatihan merupakan subsidi dari Dana Pendidikan anggota sebesar 7 % dari SHU ( sisa hasil usaha) tahun 2008. Mengingat jumlah peserta yang ingin mengikuti pelatihan banyak dan jenis pelatihannya pun bermacam-macam maka setiap anggota Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur  hanya di subsidi 1 (satu) jenis ketrampilan dengan nilai yang telah di sepakati. Disinilah nilai-nilai kebersamaan itu selalu menjadi acuan dalam melaksanakan segala sesuatunya sesuai dengan motto Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur “ Berkembang Dengan Derap Kebersamaan”<br />
Dengan bertambahnya pengetahuan ketrampilan yang dimiliki oleh anggota Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur dan pada akhirnya ketrampilan yang dimilikinya tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota itu sendiri maka misi dari kopwan Setia Bhkati Wanita jawa Timur berupa peningkatan kualitas suber daya manusia untuk menumbuh kembangkan kehidupan yang lebih bertanggung jawab ataupun mandiri dapat tercapai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/peningkatan-sdm-kopwan-sbw.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan tentang Partisipasi Anggota Dalam Pengambilan Keputusan</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/pelatihan-tentang-partisipasi-anggota-dalam-pengambilan-keputusan.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/pelatihan-tentang-partisipasi-anggota-dalam-pengambilan-keputusan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 21:11:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gale</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agenda acara]]></category>

		<category><![CDATA[anggota]]></category>

		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<category><![CDATA[tanggung-renteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[Keberadaan Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur dengan 10.020 anggota yang dimilikinya dengan berbagai macam latar belakang serta perbedaan pola pikir, memacu Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur untuk terus mengasah serta melatih kemampuan anggotanya dengan memberikan pelatihan-pelatihan mengenai sistem tanggung renteng dan pelatihan-pelatihan lainnya yang berkenaan dengan pengembangan potensi.
Koperasi Wanita Setia Bhakti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_382" class="wp-caption alignleft" style="width: 215px"><a href="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2009/06/img_1865.jpg"><img class="size-medium wp-image-382" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2009/06/img_1865-300x243.jpg" alt="pelatihan partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan" width="205" height="165" /></a><p class="wp-caption-text">pelatihan partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan</p></div></p>
<p>Keberadaan <strong>Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur</strong> dengan 10.020 anggota yang dimilikinya dengan berbagai macam latar belakang serta perbedaan pola pikir, memacu Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur untuk terus mengasah serta melatih kemampuan anggotanya dengan memberikan pelatihan-pelatihan mengenai sistem tanggung renteng dan pelatihan-pelatihan lainnya yang berkenaan dengan pengembangan potensi.</p>
<p><strong>Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur</strong> mengharapkan pelatihan sistem tanggung renteng yang diberikan secara berkala ke anggotanya dapat dipahami bahkan dilaksanakan dengan penuh kesadaran guna meminimalisir permasalahan serta perbedaan pendapat mengenai pengaplikasian sistem tanggung renteng di dalam kelompok. Selain pemahaman mengenai sistem tanggung renteng, anggota koperasi wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur juga di harapkan untuk turut serta dalam memberikan pendapat baik itu berupa ide maupun kritik yang membangun guna perkembangan Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur.<span id="more-344"></span></p>
<p>Maka sesuai dengan Rencana Kerja Bidang Organisasi di tahun 2009 guna melatih dan mengembangkan potensi anggotanya, Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur bersama dengan LAPENKOPNAS (Lembaga Pendidikan Perkoperasian Nasional) memberikan pelatihan tentang Partisipasi Anggota Dalam Pengambilan Keputusan. Pelatihan ini akan di ikuti oleh 377 perwakilan dari kelompok dan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2009 sampai dengan 18 Juni 2009. Karena begitu banyaknya peserta pelatihan dan agar materi pelatihan yang di berikan bisa lebih mudah untuk di pahami dan diterapkan kelak, maka pelatihan tentang Partisipasi Anggota Dalam Pengambilan Keputusan ini akan di bagi menjadi 2 sesi pelatihan setiap harinya.</p>
<p>Dengan pelatihan-pelatihan yang telah di sampaikan maupun akan di berikan kelak kepada anggota Koperasi wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur, diharapkan dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari dan diaplikasikan di kelompok sehingga misi dari Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur dapat tercapai yaitu meningkatkan pelayanan koperasi dan kualitas sumberdaya manusia untuk menumbuh kembangkan kehidupan yang lebih bertanggung jawab (mandiri) dan berkesinambungan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/pelatihan-tentang-partisipasi-anggota-dalam-pengambilan-keputusan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Ketrampilan Glass Painting</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/pelatihan-ketrampilan-glass-painting.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/pelatihan-ketrampilan-glass-painting.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 17:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fidi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<category><![CDATA[anggota]]></category>

		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[ketrampilan]]></category>

		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Glass painting adalah sebuah ketrampilan dalam melukis di media gelas atau kaca. Kerajinan kaca yang satu ini tampak berbeda dari produk kaca dekorasi yang biasa ditemui di toko-toko kerajinan. Produk yang sering disebut sebagai decorative glass painting ini bisa berupa gelas, lampu hias, toples, tempat lilin, vas bunga dan lain-lain. Agar dapat melukis di atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong><img class="alignnone size-full wp-image-280" title="gelas" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2009/05/gelas.jpg" alt="gelas" width="300" height="225" />Glass painting</strong></em> adalah sebuah ketrampilan dalam melukis di media gelas atau kaca. Kerajinan kaca yang satu ini tampak berbeda dari produk kaca dekorasi yang biasa ditemui di toko-toko kerajinan. Produk yang sering disebut sebagai <em>decorative glass painting</em> ini bisa berupa gelas, lampu hias, toples, tempat lilin, vas bunga dan lain-lain.<span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: #cccccc;"> </span>Agar dapat melukis di atas material berbahan dasar kaca, benda apapun terbuat dari kaca yang bening dapat dilukis atau diwarnai sesuai dengan kemauan kita. Bahan dasar kaca yang bening, transparan dan berkilau membuat warna-warna yang dilukiskan dapat semakin menonjol dan mempunyai nilai seni tersendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Untuk mengembangkan <span> </span>kemampuan ketrampilan anggotanya, maka Kopwan “SETIA BHAKTI WANITA” Jawa Timur melalui Unit <em>Learning Center</em>nya mengadakan “Pelatihan Ketrampilan Glass Painting”. Dalam pelatihan kali ini akan di bimbing oleh Laksmiwati Etty dari kelompok 370 yang akan dilaksanakan di Gedung II pada tanggal 22, 23, 27 April 2009 serta dilanjutkan pada tanggal 3 Mei 2009. Untuk pendaftaran bisa menghubungi Tim Ketrampilan Setia Bhati Wanita Jawa Timur</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Selain mempunyai nilai artistik sebagai hiasan, kreasi <span> </span>dari glass painting ini juga bisa mempunyai nilai jual tersendiri sehingga dapat menambah penghasilan keluarga.<span class="artikel"> Pelatihan saat ini sifatnya masih dasar. Jadi untuk bisa layak jual harus dikembangkan dengan mengikuti pelatihan lanjutan.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/pelatihan-ketrampilan-glass-painting.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan TR Berjubel</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/pelatihan-tr-berjubel.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/pelatihan-tr-berjubel.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 05:36:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<category><![CDATA[anggota]]></category>

		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Kalau setiap periode pelatihan mampu menampung 375 anggota berarti untuk menuntaskan program ini dibutuhkan waktu sekitar 15 tahun. Cukup lama memang untuk bisa mencover seluruh anggota. Itulah sebabnya, anggota yang telah mengikuti pelatihan bisa menularkannya pada teman-temannya dikelompok. Atau paling tidak, anggota yang telah mengikuti pelatihan mampu melakukan perubahan dikelompoknya agar menjadi lebih baik.
Bila seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="artikel"><img class="alignleft size-full wp-image-77" title="26" src="http://www.setiabhaktiwanita.com/wp-content/uploads/2009/05/26.jpg" alt="26" width="300" height="224" />Kalau setiap periode pelatihan mampu menampung 375 anggota berarti untuk menuntaskan program ini dibutuhkan waktu sekitar 15 tahun. Cukup lama memang untuk bisa mencover seluruh anggota. Itulah sebabnya, anggota yang telah mengikuti pelatihan bisa menularkannya pada teman-temannya dikelompok. Atau paling tidak, anggota yang telah mengikuti pelatihan mampu melakukan perubahan dikelompoknya agar menjadi lebih baik.</span></p>
<p><span class="artikel">Bila seluruh anggota telah faham terhadap sistem, diharapkan akan dapat meminimalisir permasalahan dikelompok. Sepeti yang terungkap dalam pelatihan yang diselenggrakan Agustus lalu. Permasalahan kelompok yang muncul lebih banyak disebabkan pelaksanaan sistem tanggung renteng tidak dilandasi oleh nilai-nilai tanggung renteng. Diantaranya masalah pendomplengan yang merupakan awal dari kehancuran kelompok karena TR terus menerus dan dianggap memberatkan. . <span id="more-76"></span></span></p>
<p><span class="artikel">Untuk itulah dalam setiap pelatihan tanggung renteng selalu ditekankan tentang nilai-nilai tersebut. Pada Agustus lalu, untuk memahamkan nilai-nilai tanggung renteng, peserta diajak bermain bekiak. Kemudian peserta diajak memaknai permainan tersebut. Dari permainan tersebut jelaslah bahwa untuk mencapai tujuan bersama dibutuhkan nilai-nilai sebagaimana ada dalam tanggung renteng. Dan upaya untuk menjadikan timnya yang terbaik itulah yang seharusnya juga dilakukan pada kelompok. </span></p>
<p><span class="artikel">Tapi memang dalam pelatihan pada Agustus lalu nampaknya kurang optimal hasilnya. Pada pelatihan sebelumnya setiap kelas berisi maksimal 60 orang. Sedang pada Agustus lalu setiap kelas diisi 100 orang lebih. Hal ini terjadi karena disaat pelatihan, bersamaan juga dengan adanya tamu. Sehingga pelatihan yang sedianya dibagi dua kelas akhirnya dijadikan satu. (gt) </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/pelatihan-tr-berjubel.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Merangkai Bunga, Pelatihan Terakhir</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/merangkai-bunga-pelatihan-terakhir.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/merangkai-bunga-pelatihan-terakhir.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 05:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<category><![CDATA[anggota]]></category>

		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Memang dalam tahun ini, anggota tidak hanya mengusulkan 1 jenis pelatihan ketrampilan. Sebagaimana dalam RK- RAPB 2008 yang telah disepakati, pelatihan tahun ini adalah potong rambut, rias wajah, sulam pita dan yang terakhir merangkai bunga. Semua pelatihan tersebut telah direalisasi termasuk merangkai bunga yang dilaksanakan pada Juli lalu. 
”Dana untuk pelatihan ketrampilan ini diambilkan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="artikel">Memang dalam tahun ini, anggota tidak hanya mengusulkan 1 jenis pelatihan ketrampilan. Sebagaimana dalam RK- RAPB 2008 yang telah disepakati, pelatihan tahun ini adalah potong rambut, rias wajah, sulam pita dan yang terakhir merangkai bunga. Semua pelatihan tersebut telah direalisasi termasuk merangkai bunga yang dilaksanakan pada Juli lalu. </span></p>
<p><span class="artikel">”Dana untuk pelatihan ketrampilan ini diambilkan dari dana pendidikan yang besarnya 7 % dari SHU. Untuk tahun ini anggaran pendidikan nampaknya telah habis. Jadi pelatihan merangkai bunga ini adalah pelatihan yang terakhir. Kalau peserta mau pengembangkannya harus membiayai sendiri. Atau bisa diusulkan pada anggaran tahun depan,” papar Ibu Sadjim dalam sambutan pembukaan pelatihan merangkai bunga. <span id="more-79"></span></span></p>
<p><span class="artikel">Dipaparkan lebih lanjut, dengan pelatihan merangkai bunga, minimal bisa mempercantik ruangan rumah sendiri. Tapi kalau bisa, kemampuannya dikembangkan lebih lanjut sehingga menjadi usaha yang dapat menambah penghasilan keluarga. Pelatihan saat ini sifatnya masih dasar. Jadi untuk bisa layak jual harus dikembangkan dengan mengikuti pelatihan lanjutan. </span></p>
<p><span class="artikel">Dalam pelatihan yang dibimbing oleh Ibu Martha dari kelompok 302 ini diikuti 78 anggota. Dari jumlah peserta tersebut kemudian dibagi 2 kelas dengan 3 kali pertemuan. Seperti pelatihan sebelumnya, pelatihan merangkai bunga inipun diberikan secara cuma-cuma pada anggota. Tapi anggota diminta untuk membawa sendiri bahan bunga yang akan dirangkai. Sebagai perbandingan, biaya untuk pelatihan merangkai bunga ini setiap perserta bisa dikenai Rp 1 juta untuk 15 rangkaian. (gt)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/merangkai-bunga-pelatihan-terakhir.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemboncengan Bukan Berarti Kebersamaan</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/pemboncengan-bukan-berarti-kebersamaan.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/pemboncengan-bukan-berarti-kebersamaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 05:52:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<category><![CDATA[anggota]]></category>

		<category><![CDATA[kebersamaan]]></category>

		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Tanggung renteng adalah ruh Kopwan SBW. Sehingga sudah menjadi keharusan semua anggota Kopwan SBW memahami sistem tanggung renteng. Pemahaman terhadap system ini sebetulnya juga sudah dilakukan terus menerus oleh PPL saat pertemuan kelompok. Tapi ternyata hal inipun masih dirasa kurang. Sehingga dibuatlah rencana untuk memberikan pelatihan sistem tanggung renteng pada setiap anggota.
Permasalahannya, jumlah anggota Kopwan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="artikel">Tanggung renteng adalah ruh Kopwan SBW. Sehingga sudah menjadi keharusan semua anggota Kopwan SBW memahami sistem tanggung renteng. Pemahaman terhadap system ini sebetulnya juga sudah dilakukan terus menerus oleh PPL saat pertemuan kelompok. Tapi ternyata hal inipun masih dirasa kurang. Sehingga dibuatlah rencana untuk memberikan pelatihan sistem tanggung renteng pada setiap anggota.</span></p>
<p><span class="artikel">Permasalahannya, jumlah anggota Kopwan SBW sudah mencapai sepuluh ribu lebih. Sehingga menjangkau anggota per anggota sangat tidak memungkinkan. Untuk itulah pada tahun ini digelar kembali pelatihan dan pemantapan system tanggung renteng. Seperti tahun sebelumnya, dalam pelatihan inipun setiap kelompok diwajibkan mengirimkan anggotanya.</span></p>
<p><span class="artikel">Diharapkan dari anggota yang telah mengikuti pelatihan bisa menyebarkan pemahamannya tentang system tanggung renteng pada teman-temannya di kelompok. Bahkan diharapkan dari setiap anggota yang telah memahami system tanggung renteng bisa mengadakan perubahan dikelompoknya agar menjadi lebih baik.<span id="more-92"></span></span></p>
<p><span class="artikel">Pada tahun lalu, dalam sehari dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas pagi dan kelas siang. Tapi pada pelatihan yang dimulai sejak 23 April ini, bisa dilakukan dalam dua kelas secara bersamaan. Sehingga dalam sehari bisa dilakukan dalam empat kelas. Hal ini semua bisa dilakukan karena jumlah pemandu ditambah menjadi …. Orang. Disamping itu untuk alat bantu juga ditambah seperti laptop dan LCD yang kini telah menjadi dua unit.</span></p>
<p><span class="artikel">Meski pelatihan ini dilaksanakan dalam dua kelas secara bersamaan tapi suara dari kelas berbeda tidak saling menggangu. Karena memang kedua kelas dipisahkan oleh ruang baru yang kedap suara. Sehingga konsentrasi peserta pelatihan di masing-masing kelas juga tidak sampai terganggu. Bahkan antusias peserta pelatihan kali ini cukup tinggi. </span></p>
<p><span class="artikel">Berbagai persoalan dikelompok juga tidak segan-segan diungkap oleh peserta dalam pelatihan ini. Tentu saja, pengungkapan masalah di kelompok ini bukan dimaksudkan untuk menjelekan teman dikelompok. Tapi lebih pada keinginan menjadikan kelompok lebih baik. Kelompok yang punya kemampuan untuk mencegah terjadinya permasalahan atau kelompok yang mampu mengatasi permasalahan secara mandiri. </span></p>
<p><span class="artikel">Diantara permasalahan yang cukup menarik menjadi bahasan adalah masalah pendomplengan kemudian muncul pula istilah pemboncengan. Walau istilahnya berbeda tapi inti permasalahannya sama yaitu sama-sama menggunakan yang bukan haknya. Dan akibat yang ditimbulkannyapun sama yaitu menjadi beban yang harus ditanggung semakin berat. Kalau anggota yang terbebani merasa tidak mampu maka beban itu menjadi beban seluruh anggota dalam kelompok. Akibat selanjutnya bisa ditebak, kebersamaan kelompok akan goyah.<br />
“Bagaimana ya… kasihan. Dia kan butuh dibantu, sementara plafon saya juga mencukupi untuk dipakai sebagian olehnya. Maka dari plafon saya yang Rp 10 juta, Rp 5 jutanya saya pinjamkan pada teman,” tukas salah satu peserta. Lontaran inipun ditanggapi peserta lainnya dengan senyam-senyum. Karena nampaknya, ada diantara peserta yang juga melakukan hal sama. Bahkan ada yang kemudian nyletuk bahwa itu bentuk dari kebersamaan. </span></p>
<p><span class="artikel">Betulkah hal demikian sebagai bentuk kebersamaan ? Tanya pemandu yang juga PPL ini. Dari permasalahan tersebut, pemandupun akhirnya mengajak peserta untuk melakukan penghitungan resiko. “Memang saat itu butuhnya hanya Rp 5 juta walaupun plafon pribadi mencapai Rp 10 juta. Sehingga sisanya diberikan ke teman karena kasihan. Tapi perlu diingat, koperasi tahunya adalah nama anggota yang tertera di SPH. Dan teman-teman ibu di kelompok juga tahunya Rp 10 juta itu yang memakai adalah ibu,” papar pemandu.</span></p>
<p><span class="artikel">Dijelaskan lebih lanjut, jadi kalau untuk pinjaman Rp 5 juta itu angsurannya Rp ……per bulan, ibu harus mencadangkan dana setiap bulan sebesar itu ditambah dengan angsuran ibu sendiri. Kalau pada bulan itu, teman ibu yang nebeng itu membayar, maka selamatlah dana cadangan ibu. Tapi bagaimana pada bulan-bulan berikutnya ? jelas ibu akan deg-degan setiap bulannya. Bahkan bisa jadi ibu melakukan penagihan setiap bulan pada teman ibu tersebut. Padahal nagih hutang itu sulit karena biasanya orang mudah berhutang tapi mbulet ketika membayar.</span></p>
<p><span class="artikel">Itu baru resiko yang harus ditanggung untuk menjaga nama baik di kelompok. Belum lagi resiko pertanggung jawaban di keluarga. Apakah suami ibu rela bila harus mengeluarkan dana ekstra tersebut. Kalau tidak, berarti ibu juga akan menghadapi masalah keluarga. “Jadi tolong dipikir lagi kalau ada teman yang nebeng atau ndompleng nama ibu. Karena kewajiban pada koperasi tidak bisa dibayar dengan kasihan tadi.” tandas pemandu. </span></p>
<p><span class="artikel">Dengan demikian lanjut pemandu, system tanggung renteng tidak hanya berguna mengamankan asset koperasi tapi juga asset masing-masing anggotanya. Jadi kalau dikelompok timbul masalah, itu bukan dikarenakan sistemnya. Tapi karena anggota dalam kelompok tersebut salah dalam penerapan system. mekanisme dan nilai-nilai system ini tidak difahami dan dipraktekan secara benar.</span></p>
<p><span class="artikel">Diantarannya musyawarah yang asal setuju. Sehingga keputusan yang dibuat tidak berdasarkan fakta yang benar. Hal ini terjadi karena tidak adanya keberanian anggota untuk mengemukakan hal yang benar. Alasannya juga macam-macam, misalnya karena sungkan, kasihan, tak enak sama teman. Bahkan lebih parah lagi takut bila pengajuan pinjamannya ditolak. Padahal disetujuinya pinjaman itu bukan karena satu orang melainkan hasil kesepakatan seluruh anggota dalam kelompok. Dan kesepakatan itupun juga didasarkan pada kemampuan serta kondite anggota yang bersangkutan. </span></p>
<p><span class="artikel">Disamping itu masalah dikelompok muncul karena keputusan yang dibuat tidak dilandasi oleh nilai-nilai TR. Dalam bermusyawarah misalnya, bila tanpa dilandasi kejujuran, keterbukaan, kedisiplinan dan tanggung jawab, maka akan muncul masalah dibelakang hari. Apalagi dalam kelompok tersebut juga tidak ada anggota yang berani mengemukakan fakta sebenarnya.<br />
Memang tak bisa dipungkiri, keberanian mengemukakan pendapat tidaklah mudah. Untuk itulah dalam pelatihan ini juga dijelaskan, keberanian mengemukakan pendapat memang tidak bisa muncul begitu saja. Untuk berani mengemukakan pendapat seseorang harus tahu peraturan sebagai dasar apa yang disampaikan. Disamping itu apa yang disampaikan juga harus berdasarkan fakta yang obyektif sehingga tidak menjadikan fitnah. Dan yang tak kalah penting adalah kondite diri. Bila kondite baik maka teman yang lain akan percaya dengan apa yang disampaikan. Hal ini juga akan menjadi tauladan bagi anggota dalam kelompok. (gt) </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/pemboncengan-bukan-berarti-kebersamaan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dialog Kesehatan Bersama Ryan Thamrin</title>
		<link>http://www.setiabhaktiwanita.com/dialog-kesehatan-bersama-ryan-thamrin.html</link>
		<comments>http://www.setiabhaktiwanita.com/dialog-kesehatan-bersama-ryan-thamrin.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 05:55:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gatot</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar SBW]]></category>

		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setiabhaktiwanita.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Sehat dan cantik, itulah impian setiap perempuan. Tapi seiring bertambahnya usia bagaimanapun dua hal tersebut juga ikut tergerogoti. Diantara yang paling ditakuti perempuan adalah ketika memasuki masa menopause. Masa ini, pada umumnya terjadi pada perempuan usia 40 tahun keatas. Pada masa ini akan terjadi perubahan hormonal yang biasanya menimbulkan perubahan fisik dan psikis. Bila hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="artikel">Sehat dan cantik, itulah impian setiap perempuan. Tapi seiring bertambahnya usia bagaimanapun dua hal tersebut juga ikut tergerogoti. Diantara yang paling ditakuti perempuan adalah ketika memasuki masa menopause. Masa ini, pada umumnya terjadi pada perempuan usia 40 tahun keatas. Pada masa ini akan terjadi perubahan hormonal yang biasanya menimbulkan perubahan fisik dan psikis. Bila hal ini tidak diatasi sejak dini bisa mendatangkan berbagai keluhan bahkan penyakit.</span></p>
<p><span class="artikel">Masalah inilah yang dikupas dalam talk show kesehatan yang diselenggarakan di gedung pertemuan SBW pada 21 April lalu. Acara ini diselenggarakan bekerjasama dengan Mustika Ratu yang menghadirkan dr Ryan Thamrin sebagai pembicara. </span></p>
<p><span class="artikel">Dokter yang juga bintang iklan untuk beberapa produk kesehatan ini nampaknya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang terdiri dari ibu-ibu anggota. Bagaimana tidak, dokter yang juga mantan cover boy majalah Aneka ini dalam penampilannya selalu penuh enerjik dan murah senyum. Bahkan tanpa tedeng aling-aling beberapa ibu mengungkap permasalahan kehidupan seksnya. <span id="more-94"></span></span></p>
<p><span class="artikel">“Ketika berhubungan seks dengan suami, saya tidak bisa menikmati. Kalaupun itu saya lakukan hanya sebatas melayani keinginan suami. Barangkali ada tips untuk masalah ini. Semoga pak dokter bias memuaskan saya,” ucap salah satu peserta setelah memaparkan kehidupan seks rumah tangganya. Tentu saja ucapan terakhir inipun disambut tawa peserta. Apalagi juga ditimpali oleh dr Ryan Thamrin dengan menyatakan siap memuaskan ibu-ibu. </span></p>
<p><span class="artikel">Dan memang pada sesi dialog itu dr Ryan banyak memberikan tips-tips kesehatan yang terkait dengan keluhan ibu-ibu. Tips itupun dikaitkan dengan produk dari Mustika Ratu yang juga diperkenalkan pada acara tersebut. Pendek kata saat itu dr Ryan ingin mengajak ibu-ibu anggota agar lebih siap menghadapi masa menopause dengan berbagai kiat. Karena memang dalam acara ini temanya adalah hidup tak harus berubah karena menopause.</span></p>
<p><span class="artikel">Ditempat yang sama pada hari berikutnya, Kopwan SBW kembali berupaya menambah wawasan anggotanya tentang kesehatan dan kecantikan. Pada 22 April itu Kopwan SBW menggandeng produksen kecantikan Martha Tilaar. Dalam acara ini didemokan bagaimana merawat dan merias wajah agar tampak segar dan cantik. Tentu saja dalam demo ini juga dalam rangka memperkenalkan produk – produk kecantikan dari Martha Tilaar. </span></p>
<p><span class="artikel">Selain demo kecantikan, pada kesempatan tersebut juga dipaparkan bagaimana bersikap, berprilaku dan bertutur kata dalam pergaulan. Karena tidak ada artinya wajah yang cantik tanpa ditunjang dengan prilaku dan tutur kata yang cantik pula. Kecantikan wajah tanpa diimbangi kecantikan yang terpancar dari dalam atau lebih dikenal dengan inner beauty biasanya disebut norak atau kampungan. (gt) </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setiabhaktiwanita.com/dialog-kesehatan-bersama-ryan-thamrin.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

